Kompas.com - 06/08/2019, 17:53 WIB
Pedagang membersihkan atap kiosnya dari debu vulkanik pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pengelola Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu menyatakan, Wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu akan dibuka setelah kawasan wisata tersebut bersih dari debu vulkanik. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIPedagang membersihkan atap kiosnya dari debu vulkanik pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (29/7/2019). Pengelola Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu menyatakan, Wisata Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu akan dibuka setelah kawasan wisata tersebut bersih dari debu vulkanik.

BANDUNG, KOMPAS.com- Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi terkait beredarnya video yang diunggah akun Instagram @lembangnews yang diambil dari SAR Pasundan.

Dalam video tersebut, terlihat erupsi Gunung Tangkuban Parahu yang cukup menghebohkan pada Selasa (8/7/2019) pagi, sekitar pukul 10.33 WIB.

Haerani Kasubbid Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia menjelaskan, erupsi tersebut benar terjadi.

Hanya saja, tampilan gambar dalam video tersebut terlihat menghebohkan lantaran diambil dari atas kawah dan menggunakan zoom langsung ke dalam kawah.

“Kalau erupsi kecil, di foto dari dekat/bawah itu memang akan kelihatan besar/heboh. Bayangkan (erupsi) Gunung Tangkuban Parahu, kolom abu 80 meter dari dasar kawah. Ketika dizoom pakai video dari jarak dekat, hasilnya akan seperti erupsi besar,” jelasnya, melalui pesan singkat lewat Humas PVMBG, Selasa (6/8/2019).

“(erupsi) Gunung Agung adalah erupsi magmatik, tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter. Kalau difoto atai divideo dari jarak jauh, akan kelihatan seperti erupsi kecil,” sambung Nia.

Baca juga: Erupsi Terus Terjadi di Gunung Tangkuban Parahu

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

via SAR PASUNDAN Kawah Ratu Salah penyebutan bukan kawah domas #lembangnews

Sebuah kiriman dibagikan oleh LEMBANG NEWS © (@lembangnews) pada 6 Agu 2019 jam 1:15 PDT

 

Dengan kata lain, lanjut Nia, video yang menunjukkan erupsi Gunung Tangkuban Parahu sangat besar cuma sekadar perbedaan perspektif pengambilan gambar.

Namun, Nia menyebut memang aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu berupa erupsi freatik masih terus terjadi.

“Memang erupsi menerus, tapi kecil, hanya di dasar kawah saja. Masyarakat diimbau agar tidak mudah terpancing oleh info-info yang tidak disertai keterangan atau penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Baca juga: Erupsi Tangkuban Parahu, Sepekan Warga Cium Bau Belerang dari Pagi hingga Sore

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.