Ekspedisi Destana, Menengok Kesiapan Selatan Jawa Hadapi Potensi Tsunami

Kompas.com - 06/08/2019, 16:10 WIB
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menerima Pataka Tim Ekspedisi Destana Tsunami saat tiba di Garut, Selasa (6/07/2019) pagi di perbatasan Garut-Tasikmalaya di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong ARI MAULANA KARANGWakil Bupati Garut Helmi Budiman menerima Pataka Tim Ekspedisi Destana Tsunami saat tiba di Garut, Selasa (6/07/2019) pagi di perbatasan Garut-Tasikmalaya di Desa Sancang, Kecamatan Cibalong

GARUT, KOMPAS.com - Belum lama ini, peneliti Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) sempat melansir potensi gempa megathrust yang bisa mengguncang selatan Pulau Jawa.

Menghadapi potensi ancaman gempa yang diprediksi BPPT bisa mencapai magnitudo 8,8, Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) memandang perlu melihat langsung kesiapan masyarakat di pesisir pantai selatan Jawa.

Salah satunya melalui ekspedisi Destana (Desa Tangguh Bencana) Tsunami.

Ekspedisi yang dimulai dari pantai selatan Kabupaten Banyuwangi hingga Pantai Selatan Banten ini, tiba di wilayah Pantai Selatan Kabupaten Garut, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui dari Isu Tsunami Selatan Jawa, Belum Diketahui Kapan Terjadinya hingga Masyarakat Diminta Waspada

Sebelumnya, tim ekspedisi melakukan berbagai kegiatan di Pantai Selatan Kabupaten Tasikmalaya.

Wartono dari Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB menyampaikan, kegiatan Destana Tsunami ini merupakan upaya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, dalam rangka membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana tsunami.

Kegiatan yang melibatkan relawan-relawan bencana dan BPBD setempat ini, menurut Wartono, menyasar target aparat pemerintahan, masyarakat dan siswa.

Wartono mengakui, BPPT memang sempat merilis soal potensi gempa megathrust yang bisa mengguncang Selatan Pulau Jawa.

Untuk itu, dalam kegiatan ini pun hal tersebut akan disampaikan oleh petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang ikut dalam tim ekspedisi ini.

"Potensi itu, bukan prediksi, gempa megathrust itu potensi. Seperti motor misalnya, berpotensi mogok, tapi tidak tahu kapan mogoknya," kata Wartono.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X