Kompas.com - 06/08/2019, 15:39 WIB
Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Anthonius DPR Lela, sedang memberikan penyuluhan kepada warga RT 08, Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, sedang mengikuti penyuluhan singkat tentang bahaya human trafficking (Perdagangan manusia), Senin (5/8/2019) malam. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kegiatan non fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -105 Tahun 2019 yang digelar di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste SIGIRANUS MARUTHO BEREKepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Anthonius DPR Lela, sedang memberikan penyuluhan kepada warga RT 08, Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, sedang mengikuti penyuluhan singkat tentang bahaya human trafficking (Perdagangan manusia), Senin (5/8/2019) malam. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kegiatan non fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -105 Tahun 2019 yang digelar di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste

 

KUPANG, KOMPAS.com - Duduk berjejer di bangku kecil panjang selebar satu jengkal, Ariyanti Nobel terlihat serius memandang ke arah Anthonius DPR Lela, Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sorot mata perempuan berambut ikal sebahu dan kulit sawo matang berusia 18 tahun itu, begitu tajam seolah tak mau berkedip. Sesekali, ia menatap empat orang teman sebaya yang duduk persis di sebelah kanannya.

Ariyanti bersama teman-teman dan puluhan warga RT 008, Desa Nunuana, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste, sedang mengikuti penyuluhan singkat tentang pencegahan human trafficking (perdagangan manusia), Senin (5/8/2019) malam.

Kegiatan penyuluhan yang difasilitasi oleh Kodim 1604 Kupang itu, digelar secara sederhana di halaman rumah Yunus Maus, yang beratap alang-alang dan berdinding kayu bebak.

Baca juga: Gubernur NTT Siap Disebut Tolol Jika Human Trafficking Masih Tinggi

Sebuah bola lampu penerangan yang minim pencahayaan dipasang di sudut kanan rumah. Beruntung dukungan lampu sorot LED milik TNI, membuat suasana malam itu sedikit lebih terang.

Sebagian warga duduk di kursi plastik dan kursi kayu panjang. Mereka masing-masing berbalut kain selimut tipis.

Ada pula warga yang tidak kebagian kursi, terpaksa harus berdiri. Bahkan anak-anak usia sekolah dasar, duduk di tanah tanpa beralas tikar.

Udara malam itu mulai terasa dingin menusuk tulang. Meski begitu, mereka serius mendengar dengan seksama penyampaian informasi detail tentang bahaya perdagangan manusia dari petugas imigrasi.

Mengenakan baju kaos berwarna hijau muda terang, dengan kain sarung garis merah campur biru yang mulai terlihat usang, Ariyanti sesekali menganggukan kepalanya.

Ariyanti terus berbisik dengan Sifora Masus, teman sebaya yang duduk berselebahan dengannya.

Kedua gadis remaja itu, adalah siswi tamatan SMA Negeri di wilayah Amfoang Timur, yang berencana akan mencari pekerjaan di Kota Kupang.

"Kami barusan tamat SMA dan ingin cari pekerjaan di kota. Setelah mendengar penjelasan dari pihak imigrasi tentang perempuan muda yang diperdagangkan hingga ke luar, kami mulai hati-hati memilih pekerjaan, terutama tawaran kerja ke luar negeri dari orang yang tidak dikenal," ungkap Ariyanti, kepada Kompas.com.

Apalagi, Ariyanti pernah mengetahui informasi dari media massa, bahwa banyak perempuan muda asal NTT yang menjadi korban perdagangan manusia.

Ariyanti yakin, orangtuanya tidak akan mudah mengizinkannya bekerja ke luar negeri, setelah mendengar penjelasan tentang bahaya perdagangan manusia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.