Ini Pesan Khusus KH Maimun Zubair Sebelum Berangkat ke Mekkah

Kompas.com - 06/08/2019, 13:44 WIB
Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair bersama dengan abdi dalemnya, Muhammad Jibril saat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Dokumen Muhammad JibrilUlama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair bersama dengan abdi dalemnya, Muhammad Jibril saat di bandara Soekarno Hatta, Jakarta sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

REMBANG, KOMPAS.com — Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair menyampaikan pesan khusus kepada abdi dalemnya, Muhammad Jibril. 

Nasihat bijak yang sering dikemukakan oleh Mbah Maimun itu terakhir kali terucap saat Muhammad Jibril mendampinginya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi.

Baca juga: Ridwan Kamil: Tak Banyak Ulama Besar yang Bisa Diterima Semua Pihak seperti KH Maimun Zubair

Muhammad Jibril pun tak menyangka jika momen itu adalah saat terakhir ia bisa mengabdikan diri mendampingi kiai sepuh tersebut.


"Beliau berpesan kepada saya kalau keistiqomahan beliau dari dulu sampai sekarang itu karena beliau sering membaca, memahami Al Quran dan kitab kuning. Maka, beliau berpesan kepada saya dan masyarakat supaya jangan melupakan Al Quran dan kitab kuning. Doa yang terbaik buat beliau," ujar Muhammad Jibril yang juga masih kerabat Mbah Maimun saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Ulama kharismatik yang juga Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair dikabarkan wafat saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/8/2019).

Informasi tentang wafatnya Pengasuh Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu dibenarkan oleh abdi dalem Mbah Kiai Maimun, Muhammad Jibril.

"Njih leres (Iya benar)," kata Muhammad Jibril saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel.

Dijelaskannya, sesuai dengan keputusan pihak keluarga, Mbah Kiai Maimun yang lahir pada 28 Oktober 1928 akan dikebumikan di Mekkah. 

"Insya Allah dimakamkan di Mekkah di Makla setelah Dzuhur waktu setempat. Ini sesuai keputusan keluarga," kata Muhammad Jibril.

Ulama yang akrab disapa Mbah Moen ini merupakan salah satu dari anggota Ahlul Hall wal Aqdi (Ahwa) pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015.

Halaman:


komentar di artikel lainnya
Close Ads X