Sebar Konten Asusila Mantan Pacar di Medsos, Irfan Dihukum 1 Tahun Penjara

Kompas.com - 06/08/2019, 11:48 WIB
Terdakwa Irfan Armadi (26), warga Teluksebong, Bintan, Kepri yang ditangkap setelah menyebarkan foto dan video porno mantan pacarnya di media sosial, akhirnya di vonis bersalah dan dihukum satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. HADI MAULANATerdakwa Irfan Armadi (26), warga Teluksebong, Bintan, Kepri yang ditangkap setelah menyebarkan foto dan video porno mantan pacarnya di media sosial, akhirnya di vonis bersalah dan dihukum satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Terdakwa Irfan Armadi (26), warga Teluksebong, Bintan, Kepulauan Riau, divonis bersalah dan dihukum 1 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Irfan dinyatakan bersalah karena menyebarkan konten asusila berupa foto dan video porno mantan pacarnya di media sosial.

Hakim ketua Romauli Hotnaria Purba didampingi hakim anggota Eduart M P Sihaloho dan Corpioner menilai, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah dengan sengaja menyebarkan konten bermuatan asusila.

"Menjatuhkan hukuman pidana satu tahun penjara kepada terdakwa," kata Romauli dalam amar putusan yang dibacakan, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Viral Video Remaja Dihukum Berendam karena Lempari Mobil di Magelang, Ini Penjelasan Kades

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut terdakwa 1,5 tahun penjara. 

Menurut hakim, Irfan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Selain itu, menurut hakim, apa yang dilakukan Irfan merupakan perbuatan yang sangat merugikan orang lain.

Irfan terbukti melanggar Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penyebaran foto dan video tersebut dilakukan sekitar 5 hari sebelum korban melaporkan tersangka yang juga mantan pacarnya.

Hubungan antara Irfan dan korban sempat berjalan sekitar 5 tahun, namun akhirnya kandas.

Tidak terima diputus, muncul niat Irfan untuk menyebarkan foto dan video melalui akun Facebook dan Instagram miliknya pada Maret 2019 lalu.

Seusai persidangan, Irfan mengaku menyesal dan berharap agar NS dapat memaafkannya. Irfan mengatakan, apa yang dia lakukan murni karena sakit hati.

"Saya tidak terima diputuskan, sebab saya dan korban sudah menjalin hubungan selama 5 tahun. Makanya saya tidak habis pikir, kenapa korban memutuskan saya," kata Irfan.

Baca juga: Viral Video Puluhan Remaja Ditilang dan Nyanyi Indonesia Raya Seusai Tertangkap Balapan Liar



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

[POPULER NUSANTARA] Kiai Protes Jabatan Menteri Agama ke PBNU | Risma Akui Rugi Tolak Jadi Menteri

Regional
Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Pasien Demam Berdarah di Cianjur Bertambah Jadi 22 Orang

Regional
Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Puslabfor Ambil Sampel di Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi

Regional
Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Ganjar Apresiasi Terpilihnya Tito Karnavian Sebagai Mendagri

Regional
Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Surabaya Bakal Punya Layanan Kedokteran Nuklir, Warga Tak Perlu Terapi ke Luar Kota

Regional
Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Pilkada Surabaya, Risma Akui Diminta Pendapat Megawati Soal Calon Wali Kota dari PDIP

Regional
Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Dalam 7 Bulan, 186 Orang Meninggal karena Kecelakaan di Banyumas

Regional
Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Bersembunyi 2 Tahun dengan Nama Palsu, Buronan Koruptor Ini Akhirnya Ditangkap

Regional
Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Api di Gunung Tampomas Masih Menyala, Luas Lahan yang Terbakar Capai 154 Hektare

Regional
Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Asosiasi Tradisi Lisan Gelar Munas dan Seminar Internasional di Makassar

Regional
Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Kepala Daerah di Maluku Diminta Tak Takut dengan KPK

Regional
Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Tak Ingin Ada OTT, Wakil Ketua KPK Minta Kepala Daerah di Maluku Tak Berbuat Tercela

Regional
Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Dalam Sepekan Terjadi 3 Kecelakaan di Lampung, 12 Orang Tewas

Regional
Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Dedi Mulyadi: Susi Pudjiastuti Legenda Kelautan

Regional
Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Ayah 15 Kali Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X