Cerita Lansia 73 Tahun Jadi Korban Hipnotis: Tabungan Rp 325 Juta Dikuras Dalam Sekejap

Kompas.com - 06/08/2019, 11:35 WIB
Ketua PBH Peradi Medan Rumintang Naibaho menunjukkan foto para pelaku, disampinggnya Anna Sinuraya, Selasa (6/8/2019) MEI LEANDHA ROSYANTIKetua PBH Peradi Medan Rumintang Naibaho menunjukkan foto para pelaku, disampinggnya Anna Sinuraya, Selasa (6/8/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Raut duka Anna Sinuraya (73) menambah gurat-gurat tua di wajahnya. Perempuan berambut sebahu ini bergetar saat menceritakan ulang ulah komplotan penipu yang menguras habis tabungannya.

Sebanyak Rp 325 juta hilang dalam hitungan jam. Para penipunya juga diduga komplotan yang terlatih. 

Anna mengaku dihipnotis para pelaku sehingga tak sadar dan mau saja menuruti semua perintah para penipu. 
 
Namun Anna, warga Kecamatan Medan Selayang ini, masih mengingat awal mula kejadian.
 
 

Ditanyakan nama jalan saat ke pasar

 
Menurut dia, pada Selasa, 16 Juli 2019, Anna berjalan menuju pasar yang tak jauh dari rumahnya.
 
Ini kebiasaannya setiap pagi, setelah anak yang tinggal bersamanya pergi bekerja.
 
Belum lama berjalan, dia dihampiri seorang pria menanyakan nama jalan yang berada di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. 
 
Anna menjelaskan, jalan tersebut sangat jauh dari Kota Medan.
 
Kemudian datang seorang perempuan yang membenarkan ucapan Anna. Ana mengatakan kepada kepada perempuan itu agar membantu pria tersebut sambil hendak berlalu.
 
Tiba-tiba lewat mobil yang ditumpangi seorang laki-laki bersama supirnya. 
 
Perempuan yang tak diketahui namanya itu lalu memberitahu Anna bahwa pria di dalam mobil karyawan bank swasta. Perempuan itu mengaku sering meminjam uang kepadanya untuk bisnis showroom-nya. 
 
Laki-laki di dalam mobil turun dari mobilnya dan ikut nimbrung dalam obrolan antara Anna dan perempuan tanpa nama.
 
 
Kemudian, si pria penanya alamat juga bergabung dan mengaku sedang menyuruh seorang perempuan menukarkan uang 1.000 dollar namum sudah dua jam belum kembali.
 
Perempuan tanpa nama lalu mengajaknya mencari BRI terdekat dan membujuk Anna untuk ikut dengan alasan menolong.
 
 
 

Diajak masuk mobil, ikut ke BRI

 
"Aku nurut aja padahal mau belanja, naik kami ke mobil. Pas di dalam mobil, laki-laki yang pertama kali ku jumpai bilang kepada perempuan itu, "Kalau ada uang mu di bank pakai aja dulu, nanti kita cairkan sekaligus." Perempuan itu menjawab, "Ada uang ku Rp 100 juta di BRI," kata Anna menirukan percakapan orang-orang yang baru dikenalnya itu.  
 
Mobil kemudian berhenti di depan BRI wilayah Sarirejo, perempuan itu turun. Anna tetap di alam mobil bersama tiga laki-laki.
 
Beberapa menit berselang, perempuan itu masuk sambil membawa uang Rp 100 juta lalu menyerahkannya kepada si penanya alamat. Dia berjanji akan mengembalikannya Rp 150 juta. 
 
"Lumayan, jadi bisa aku buka showroom lagi, ada modal ku Rp 50 juta,’’ ucap Anna saat ditemui Kompas.com di kantor PBH DPC Peradi Medan pada Jumat (2/8/2019) lalu.
 
Dirinya pun ditawari perempuan itu untuk mengikuti caranya yang dalam sekejap dapat Rp 50 juta, Anna mengangguk.
 
Mobil putar arah menuju rumah Anna untuk mengambil buku tabungan BNI dan BRI. 
 
“Dibawa aku ke BRI Tanjungrejo, di situ aku udah gak tau lagi, ku pikir ke BRI Jamin  Ginting. Cairlah uang di sana Rp 75 juta," ujar dia.
 
 

Dibujuk mencairkan deposito

 
Setelah itu, mereka menuju BNI di Universitas Sumatera Utara untuk mencairkan deposito.
 
Anna bilang, pegawai bank sempat bertanya mengapa diambil karena belum jatuh tempo. Perempuan itu yang menjawab untuk membangun rumah, dan Anna membenarkan.
 
"Iya ku bilanglah, terus dicairkanlah Rp 250 juta," ungkapnya dengan mimik sendu.
 
Kembali menaiki mobil, kali ini komplotan yang sudah menguras semua uang Anna mengajaknya membeli buah karena pria yang mengaku pegawai bank itu lapar.
 
Mereka pergi ke supermarket buah dan sayuran di Tanjungrejo. Di sana, Anna dibiarkan memilih buah sementara si perempuan permisi ke toilet.
 
Lama ditunggu, perempuan itu tak muncul lagi. Dia mencari-cari dan bertanya kepada semua orang, tapi semuanya menjawab dengan gelengan dan heran.
 
Kepada penjaga toko, perempuan sepuh ini minta diantarkan ke kamar mandi untuk memeriksa apakah perempaun itu di sana, hasilnya nihil.
 
Barulah dia tersadar sudah ditipu. Bingung dan tak tahu harus berbuat apa menghantuinya. Kepada orang-orang yang mengerumuninya, Anna meminta tolong.
 
"Kalian bantulah aku, udah kena hipotis aku, habis semua uang ku..’’ ujarnya memelas.  
 
Kemudian sepasang suami istri yang hendak berbelanja membantunya menghubungi anaknya. Kebetulan, nomor ponsel anaknya tersimpan di dompetnya yang tak dibawa pelaku.
 
Setelah bertemu anaknya, Anna melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Sunggal. 
 
 

Tiga korban hipnotis, polisi diminta cepat bertindak 

 
Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Medan Rumintang Naibaho mengatakan, sudah tiga korban seperti Anna yang mengadu. Mereka adalah Anna Sinuraya (73), Ranitha Sinulingga (69), dan Tredum Ginting (69).
 
Dia meminta polisi cepat dan maksimal menyelesaikan kasus ini. Dari kacamata hukum, Rumintang mengakui pasal hipnotis tidak ada. Namun penyidik bisa mengenakan pelaku dengan Pasal 378 KUHPidana. 
 
Rekaman CCTV bank juga bisa dijadikan petunjuk untuk mengetahui korban bersama siapa saat mengambil uang.
 
“Ini bukan penipuan biasa, kalau penipuan biasa jelas siapa penipu dan yang ditipu. Kalau ini penipun dengan cara hipnotis,’’ kata Rumintang.
 
Dijelaskannya, berdasarkan pengakuan Anna, selama di dalam mobil dirinya ditawari penukaran dollar untuk investasi yang meraup untung jutaan rupiah. Keempat pelaku berusaha keras agar korban tergiur.
 
Soal buku tabungan yang diambil di rumah, kartu ATM-nya dipegang oleh anak Anna. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengajak Anna membuat surat kehilangan ke kantor polisi.
 
Surat keterangan hilang inilah yang dibawa ke bank untuk mencairkan semua tabungan dan deposito Anna. 
 
"Perempuan itu, selalu mendampingi korban mulai dari mengambil buku tabungan di rumah, ke bank dan kantor polisi. Sepertinya para pelaku sangat lihai memainkan perannya," ucapnya.
 
 

Modus serupa, soal investasi dollar yang menggiurkan

 
Diceritakan Rumintang, modus yang sama juga dilakukan para pelaku kepada korban Tredum Ginting.
 
Setelah mengirimkan uang kepada anaknya, korban ke luar dari bank dan ditemui seorang perempuan yang menyapa dan berbasa-basi seolah-olah sudah mengenal lama korban.
 
Tak lama datang laki-laki mengaku pegawai bank dan mengajaknya masuk ke mobil. Percakapan soal investasi dollar yang sangat menguntungkan akan didapat korban kalau dia mengambil semua tabungannya.
 
Entah tertarik atau terhipnotis, korban mengambil uangnya di Bank Permata cabang Iskandar Muda, sebanyak Rp 160 juta pun lenyap.
 
Cara meninggalkan korbannya pun sama, Tredum diajak membeli buah ke pasar Setiabudi, pelaku memberikan uang Rp 300 ribu kepadanya. Saat korban asyik berbelanja, pelaku kabur. 
 
"Kejadian ini sering terjadi di Kota Medan, kami harap polisi tidak membiarkannya karena dianggap kejadian biasa dan tidak perlu diperjuangkan. Uang yang dirampas pelaku adalah uang yang dikumpulkan para korban saat mereka masih muda. Raib dalam sehari..." tutur Rumintang.
 
 

Polisi selidiki CCTV

 
Bersama kantor Kartika Associates Law Firm Jakarta yang diwakili Ricka Kartika Barus, pihaknya masih memberikan respon positif terhadap upaya yang sdang dilakukan polisi.
 
Rumintang berharap, polisi dapat segera mengungkap dan menangkap para pelaku yang sangat meresahkan warga Kota Medan.
 
Kepada korban-korban lain yang ingin mengadukan nasibnya, dia mengatakan, PBH Peradi Medan membuka posko untuk kasus ini.
 
"Masih banyak korban-korban lain yang mungkin malu mengadu padahal kerugiannya lebih besar. Polisi harus segera mengusut tuntas kasus ini, bukti dan petunjuknya sudah ada, biar tidak jatuh korban-korban lain," timpal Ricka.
 
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Syarif Ginting saat dikonformasi soal laporan korban, membenarkan ada menerima satu laporan.
 
Syarif mengaku sedang melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV. 
 
"Kasusnya masih dalam pengembangan,” katanya singkat pada Selasa (6/8/2019).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.