Ironi Tinju Internasional di Maumere, Penonton Kecewa hingga Panitia Kabur

Kompas.com - 06/08/2019, 11:22 WIB
Foto : Saat para penonto mengamuk karena pergelaran tinju internasional di Maumere, Kabupaten Sikka tidak dilanjutkan, Minggu (4/7/2019) malam. Nansianus TarisFoto : Saat para penonto mengamuk karena pergelaran tinju internasional di Maumere, Kabupaten Sikka tidak dilanjutkan, Minggu (4/7/2019) malam.

MAUMERE, KOMPAS.com - Perhelatan tinju internasional dengan tajuk NTT Big Fight 2 di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (3/8/2019) malam, berujung ricuh.

Jadwal pertandingan tinju internasional yang rencananya akan mengelar 24 partai, harus berakhir hanya dengan 2 partai yang berlaga. 

Padahal, ribuan penonton sudah membeli tiket dan memenuhi lapangan Gelora Samador Maumere, untuk menyaksikan langsung tinju internasional tersebut. 

Kegagalan panitia menyuguhkan pertandingan itu membuat ribuan penonton merasa kecewa.

Para penonton mengamuk saat musik dan lampu arena pertandingan mati secara bersamaan.

Sekitar 15 menit berselang, situasi tidak berubah.

Panitia kabur

Penonton pun akhirnya melakukan protes kepada panitia penyelenggara acara tersebut. Para penonton menuntut panitia untuk mengembalikan uang tiket yang sudah dibeli.

Namun, promotor ring Arena Promotion, Petrik Juang Rebong dan Ketua Ring Arena NTT, Toni Kolin berusaha melarikan diri dari amukan massa.

Para penonton bahkan mengejar sampai di hotel Lokarya Maumere, tempat keduanya menginap.

Kekecewaan dan kericuhan para penonton langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya Facebook.

Berdasarkan penelusran Kompas.com para penonton mengaku kecewa dan merasa ditipu oleh panitia penyelenggara. Ada juga yang menuntut panitia untuk mengembalikan uang tiket yang sudah dibeli. 

Petinju ikut kecewa

Manot Spider Camput yang merupakan petinju asal Thailand, mengaku kecewa dengan panitia penyelenggara event tinju internasional itu. Manot salah satu petinju yang batal bertanding.

"Saya sangat kecewa. Saya sudah rela datang jauh-jauh dari Thailand untuk ikut berlaga dalam tinju internasional ini. Sampai di sini, ternyata semuanya tidak jelas," ungkap Manot kepada sejumlah awak media di kota Maumere, Senin (5/6/2019) siang. 

Sementara itu, Yoris Nong, salah seorang warga kota Maumere mengaku sangat kecewa atas gagalnya tinju internasional di Kabupaten Sikka.

Menurut dia, masyarakat Kabupaten Sikka sebenarnya sangat antusias menyambut perhelatan tinju internasional.

"Saya sangat kecewa. Apalagi panitia juga sama sekali tidak memberi penjelasan terkait gagalnya tinju ini. Sangat memalukan ini. Padahal publik sudah tahu ini tinju internasional," tutur Yoris Nong kepada Kompas.com, Senin siang. 

Sementara itu, hingga saat ini, Promotor Ring Arena Promotion Petrik Juang Rebong dan Ketua Ring Arena NTT Toni Kolin belum tampil untuk memberikan kejelasan mengenai gagalnya pertandingan tinju tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X