Kompas.com - 06/08/2019, 09:55 WIB
Iklan Kambing Berhijab yang dibuat Rabbani dan dipajang pada baligo bando jalan Gerbang Tol (GT) exit Pasteur viral di media sosial. Dok RABBANIIklan Kambing Berhijab yang dibuat Rabbani dan dipajang pada baligo bando jalan Gerbang Tol (GT) exit Pasteur viral di media sosial.

BANDUNG, KOMPAS.com – Iklan produsen hijab Rabbani yang dipajang pada baliho bando jalan Gerbang Tol (GT) exit Pasteur viral.

Iklan tersebut menggambarkan seekor kambing berhijab. Kemudian di pinggirnya terdapat tulisan besar “KORBAN tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB”.

Di bagian atas tulisan tersebut terdapat redaksi “Selamat Idul Adha 1440 H” dengan ukuran lebih kecil. Kemudian di samping kanannya terdapat logo Rabbani.

Redaksi kalimat iklan tersebut menuai kontroversi dan viral. Sejak dipasang awal Agustus lalu, kritikan di media sosial dilayangkan untuk iklan tersebut.

Baca juga: Penjelasan Ketua RW soal Video jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan

Dianggap melecehkan

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penjualan dan Pemasaran Rabbani Nandang Komara membenarkan konten iklan tersebut dibuat brand busana muslim Rabbani.

“Tidak ada niat untuk melecehkan siapapun, namun justri ingin mengingatkan masyarakat bawa muslimah wajib berhijab,” ujar Nandang dalam rilisnya, Selasa (6/8/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nandang mengatakan, yang mengangkat isu hewan beratribut Islam bukan hanya Rabbani. Namun tidak se-viral saat Rabbani menggunakan isu ini.

Tuduhan gambar kambing yang distigmakan melecehkan Islam pun dapat dipersepsikan sebagai pengingat jangan sampai sama seperti hewan kurban yang tidak wajib berhijab.

Baca juga: Viral Video Oknum Polisi Diduga Memasukkan Surat Tilang ke Mulut Pengendara, Ini Sebenarnya yang Terjadi

Terkait redaksional "Korban tu ga wajib"

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Beberapa hari terakhir, baliho bando yang dipasang Rabbani di Gerbang Tol Pasteur viral di media sosial. Rabbani mengakui, konten iklan tersebut dibuat oleh mereka dan sudah diturunkan sejak 4 Agustus 2019. . Baliho bando milik Rabbani di Gerbang Tol Pasteur banyak dibicarakan di media sosial. Iklan di baliho itu memperlihatkan kambing berhijab. . Sejumlah warganet memotret dan mengunggah foto iklan itu ke Twitter sejak awal Agustus. Kalimat yang paling menarik perhatian warganet adalah "KORBAN tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB". . Tak hanya itu, gambar kepala hewan kurban, kambing, berhijab merah muda sambil menjulurkan lidah juga menuai kritik warganet. Beberapa orang menilai gambar tersebut sebagai bentuk pelecehan. . Direktur Sales and Marketing Rabbani Nandang Komara mengatakan, Rabbani tidak memiliki niat melecehkan siapa pun melalui konten iklan tersebut. Namun, menurut dia, Rabbani justru ingin mengingatkan masyarakat bahwa muslimah harus berhijab. . "Kami menurunkan konten iklan tersebut karena kami menghargai adanya perbedaan opini di tengah masyarakat. Kami akan mengganti dengan konten yang lain," ujarnya dalam konferensi pers di Rabbani Holding, Jalan Citarum, Kota Bandung, Senin 5 Agustus 2019. . Bukan hanya Rabbani . Terkait stigma penggunaan gambar kambing berhijab sebagai pelecehan terhadap Islam, menurut dia, pihak yang mengangkat isu hewan beratribut Islam bukan hanya Rabbani. Ada pihak lain yang juga mengangkat isu sama tapi tidak menjadi viral seperti saat Rabbani menggunakan isu tersebut. . "Gambar ini bisa dipersepsikan sebagai pengingat agar jangan sampai sama seperti dengan hewan kurban yang tidak wajib berhijab," ujarnya. . Sementara itu, terkait konten kalimat "Korban tu ga wajib", Nandang mengatakan, Rabbani condong kepada pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa hukum kurban adalah sunnah muakad dan tidak wajib. Namun, Rabbani berjanji akan menjadikan masukan dan kritik masyarakat, khususnya warganet, sebagai bahan evaluasi. . "Manajemen Rabbani mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat dan meminta maaf apabila ada ketidaknyamanan terkait persoalan ini," ujarnya. . Via: pikiranrakyat.com | #bandungtalk

A post shared by Bandung Talk - Info Bandung (@bandungtalk) on Aug 5, 2019 at 6:02am PDT

Mengenai konten redaksi “Korban tu ga wajib”, hal itu berangkat dari pendapat mayorutas ulama yang hukumnya sunnah muakad dan tidak wajib.

Nandang mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan masyarakat. Ia pun meminta maaf jika ada yang tidak nyaman terkait ini.

“Terkait banyaknya masukan dan kritikan kepada Rabbani, kami jadikan evaluasi,” ungkapnya.

Untuk Agustus ini, konten promosi Rabbani pun menjadi “Agustus bukan untuk Agus”.

Baca juga: Viral Kisah Bocah 7 Tahun ke Sekolah Pakai Baju Kotor dan Tanpa Alas Kaki, Ini Faktanya



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.