Soal Ricuh Penertiban Ikon Kuliner Medan Warkop Elisabeth, Ini Kata DPRD Sumut

Kompas.com - 06/08/2019, 07:42 WIB
Warkop yang berada persis di depan RS Santa Elisabeth di Jalan Haji Misbah, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, kini rata dengan tanah, Senin (5/8/2019) MEI LEANDHA ROSYANTIWarkop yang berada persis di depan RS Santa Elisabeth di Jalan Haji Misbah, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, kini rata dengan tanah, Senin (5/8/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Puluhan pedagang warung kopi (warkop) Taman Ahmad Yani Medan atau sering disebut Warkop Elisabeth mengadukan nasibnya kepada wakil rakyat di DPRD Provinsi Sumatera Utara ( DPRD Sumut).

Pasalnya, Kamis (1/8/2019) kemarin, ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan menertibkan tempat mereka berjualan sejak puluhan tahun lalu.

Warkop yang berada persis di depan RS Santa Elisabeth di Jalan Haji Misbah, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, kini rata dengan tanah. 

Baca juga: Kisah Warkop Elisabeth, Ikon Kuliner Kota Medan yang Digusur dan Tinggal Kenangan

Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan usai menerima pedagang mengatakan, setiap periode kepemimpinan wali kota Medan selalu ada dinamika antara pedagang warkop dengan pemerintah.

Padahal para pedagang telah beraktivitas puluhan tahun. Menurutnya, pedagang mendapat perlakuan jauh lebih baik saat Wali Kota Rahudman Harahap. 

Warkop Taman Ahmad Yani atau Warkop Elisabeth bersama pusat Kuliner Pagaruyung dijadikan percontohan.

Pemkot Medan bersama CSR dari Perusahaan Gas Negara membentuk wadah koperasi pedagang Taman Ahmad Yani dan disahkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemkot Medan.

Baca juga: Tak Suka Umbar Janji, Caleg Milenial Ini Memilih Tularkan Ilmu Kewirausahaan di Warkop-warkop

Bikin macet tapi kurangi begal 

Petugas Satpol PP mengangkat papan baliho dalam penggusuran di warkop Elisabeth Medan, kamis (1/8/2019). KOMPAS.com/Dewantoro Petugas Satpol PP mengangkat papan baliho dalam penggusuran di warkop Elisabeth Medan, kamis (1/8/2019).
Kalau penertiban beralasan mengurai kemacetan, Sutrisno bilang, kemacetan akibat pengunjung warkop telah diatasi dengan menjadikan jalan di depan warkop menjadi satu arah. 

"Kemacetan tidak bisa jadi alasan menggusur pedagang. Mereka juga bersedia dipungut retribusi, jadi tidak ada alasan untuk menyatakan mereka tidak berkontribusi untuk Pemko Medan," katanya, Senin (5/8/2019).

Aktivitas pedagang warkop, lanjut dia, justru mengurangi risiko tindakan kriminal seperti begal di sekitar taman.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X