Dilantik Jadi Ketua PMI Medan, Wagub Sumut Bilang Kami Tidak Menjual Darah

Kompas.com - 05/08/2019, 21:04 WIB
Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dilantik menjadi Ketua PMI Kota Medan, Senin (5/8/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutWakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah dilantik menjadi Ketua PMI Kota Medan, Senin (5/8/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Mengaku sudah menolak untuk dipilih kembali, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah akhirnya dilantik untuk kedua kalinya menjadi Ketua Palang Merah Indonesia Kota Medan periode 2019-2024 oleh Ketua PMI Provinsi Sumut dr Rahmat Shah yang tak lain pamannya sendiri.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengingatkan pentingnya ketersediaan dan kemudahan mendapatkan darah untuk masyarakat, khususnya warga Kota Medan. 

"Ketersediaan stok darah itu penting karena menyangkut keberlangsungan hidup manusia. Selamat untuk Pak Ijeck (Musa Rajekshah), semoga Anda dapat menjalankan organisasi dengan baik. Ini organisasi sosial, akan banyak pahala dan surga yang Anda peroleh,” kata Edy, Senin (5/8/2019).


Baca juga: Wagub Sumut Minta Petani Jangan Jual Lahan Walau untuk Biaya Sekolah

Musa menyampaikan, saat ini PMI Kota Medan menyiapkan 6.000 kantong darah untuk pemenuhan kebutuhan darah rumah sakit dan membentuk 21 PMI kecamatan. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ada 21 mobil jenazah yang akan disebar ke sejumlah kecamatan. Menurutnya, PMI adalah organisasi sosial, bukan hanya melayani kebutuhan darah saja.

Soal harga kantong darah yang mencapai Rp 320.000, Musa menjelaskan, sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22/S.KP/UKPD.BPPD/VII/2014 tentang biaya pengganti pengolahan darah pada PMI. Biaya Rp 320.000 merupakan harga murah dibanding daerah lain di Indonesia.

"Kami tidak menjual darah... Ada beban dalam pengelolaan dan operasioanal yang harus kami keluarkan. Setelah dikalkulasi, itulah harga kantong darah yang kami keluarkan. PMI tidak ada profit apa pun, tidak bergaji dan sebagainya, prioritas kami adalah sosial," kata Musa.

Dia lalu mengucapkan terima kasih kepada Edy Rahmayadi yang sudah menyempatkan hadir di sela-sela kesibukannya.

Musa kemudian bercerita bahwa pelantikan tingkat kabupaten dan kota sebelumnya tidak pernah dihadiri gubernur. Ia juga sempat menolak amanah untuk menjadi ketua PMI Medan yang kedua kalinya dengan alasan ada generasi muda yang dapat menjalankan roda organisasi ini.

"Sudah banyak jabatan saya, apalagi kesibukan saat ini, namun atas dasar permintaan seluruh pengurus saya kembali bersedia mengemban amanah," ucapnya.

Baca juga: Wagub Sumut Berharap Penerapan Sistem Pengaduan Masyarakat Tidak Hanya Sebatas Seremonial

Ketua PMI Sumut Rahmat Shah menambahkan, harga kantong darah Rp 320.000 tersebut merupakan biaya operasional untuk menjadikan darah yang diperoleh dapat digunakan.

Pihaknya akan bekerja sama dengan pabrik Korea untuk kantong darah. Harapannya, kerja sama ini dapat menurunkan biaya operasional pemenuhan darah.

"Selain kantong darah, ada biaya lain, yakni biaya menyeterilkan darah. PMI tidak pernah ambil profit dari kantong darah," kata Rahmat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X