Catut Nama Wali Kota Surakarta, Karyawan PDAM Tipu Warga Rp 100 Juta

Kompas.com - 05/08/2019, 14:55 WIB
Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli, dan Wakasat Reskrim AKP Widodo menunjukkan barang bukti uang milik oknum karyawan PDAM Totok Budi Santoso dari hasil penipuan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli, dan Wakasat Reskrim AKP Widodo menunjukkan barang bukti uang milik oknum karyawan PDAM Totok Budi Santoso dari hasil penipuan di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).

SOLO, KOMPAS.com — Seorang oknum karyawan PDAM Toya Wening Solo bernama Totok Budi Santoso (45) ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang dengan modus menjanjikan korban diterima menjadi karyawan di BUMD tersebut.

Pelaku yang merupakan warga Kadipiro RT 002 RW 004, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, mencatut nama Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo alias Rudy untuk meyakinkan korban.

"Pelaku menjanjikan korban untuk masuk menjadi karyawan PDAM dengan membayar uang Rp 100 juta," kata Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli didampingi Wakasat Reskrim AKP Widodo di Mapolresta Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Aksi Tipu Sutradara Gadungan Sajadah Cinta, Libatkan Artis Ibu Kota hingga Catut Nama Trans 7 dan ANTV


Fadli mengungkap, peristiwa itu terjadi pada Juli 2017. Korban S, warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, bertemu dengan pelaku di rumahnya.

Dalam pembicaraan itu pelaku menjanjikan kepada korban untuk memasukkan anaknya menjadi karyawan PDAM dengan syarat memberikan kompensasi jaminan uang Rp 100 juta.

"Korban melakukan pembayaran beberapa kali sampai terkumpul Rp 95 juta. Terakhir pembayaran dilakukan di Kantor Balai Kota Surakarta untuk meyakinkan korban kalau diterima menjadi pegawai PDAM," katanya.

Tiba saat korban menanyakan perkembangan penerimaan anaknya menjadi karyawan PDAM, kata Fadli, pelaku selalu menjanjikan mundur sampai Agustus 2019.

Sampai akhirnya korban sendiri mendatangi rumah dinas wali kota untuk menanyakan rekrutmen penerimaan karyawan PDAM kepada wali kota.

"Korban melakukan konfirmasi langsung kepada Bapak Wali Kota (FX Hadi Rudyatmo) tentang hal itu. Hasilnya tidak ada rekrutmen tentang itu (rekrutmen karyawan PDAM)," kata dia.

Baca juga: Ngaku Bisa Bantu Jadi PNS, Pria Ini Tipu Warga Ratusan Juta untuk Nyaleg

Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan oknum karyawan PDAM tersebut ke Satreskrim Polresta Surakarta.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu lembar surat perjanjian bermeterai tertanggal 19 Juli 2017, satu lembar kuitansi bermeterai ditandatangani pelaku, uang tunai Rp 20 juta yang terdiri dari pecahan Rp 100.000.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Senyum Cerita Para Siswa SD , Walau Mereka Belajar Menggunakan Atap Terpal...

Regional
Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X