3 Kawasan Gunung yang Terbakar Saat Masuk Musim Kemarau...

Kompas.com - 05/08/2019, 05:58 WIB
Kondisi Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur yang terbakar diabadikan dari Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kota Batu, Senin (22/7/2019) ANDI HARTIKKondisi Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur yang terbakar diabadikan dari Jalur Lingkar Barat (Jalibar) Kota Batu, Senin (22/7/2019)
Editor Rachmawati

Namun karena hembusan angin cukup kencang dan banyak safana (rumput kering) pada musim panas saat ini yang mudah terbakar, sehingga api menjalar cepat.

"Kurang lebih ada 100 hektar jadinya yang terbakar," kata Saladin saat dikonfirmasi.

Hingga Kamis (1/8/2019), titik api masih terlihat di antara gunung Pergasingan dengan Nanggi.

Baca juga: Penyebab Kebakaran di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani Masih Diselidiki

 

3. Gunung Panderman Kota Batu Jawa Timur

Hutan di lereng Gunung Panderman, Kota Batu, terbakar pada Minggu (21/7/2019) malam.

Kepala Seksi Penanggulanan Bencana Pusdalops pada BPBD Kota Batu Abdul Rochim mengatakan titik api mulai terlihat pada pukul 19.45 WIB. Api terus membesar membakar hutan lereng Gunung Panderman.

Tidak ada pendaki yang terjebak saat kebakaran. Dua pendaki terakhir gunung tersebut berhasil turun dengan selamat.

Aktivitas pendakian menuju puncak gunung setinggi 2.045 meter dari permukaan laut (mdpl) itu untuk sementara ditutup.

Baca juga: Berhasil Dipadamkan, Kebakaran Gunung Panderman Mencapai 70 Hektare

Gunung Panderman sendiri merupakan gunung yang memiliki ketinggian sekitar 2.045 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Lokasi gunung ini juga sejalur dengan Gunung Butak. Oman Suherman, Kepala Divisi Perum Perhutani Jawa Timur menyampaikan, bahwa sampai saat ini jalur pendakian termasuk pendakian ke Gunung Butak ditutup.

“Sementara kita tutup semua, karena kan kebakaran,” kata Oman.

Tim gabungan melakukan pemadaman dengan cara manual, yaitu dengan memukul api pakai ranting dan menyekatnya supaya tidak terus menjalar.

Baca juga: 6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, titik api yang menjalar berada di petak 227 atau kawasan Curah Banteng dan Parang Putih.

Kemiringan tebing di lokasi itu melebihi 60 detajat, sehingga membahayakan bagi petugas.

Rochim mengatakan, lahan yang terbakar berada di petak 227 dan 213 seluas 70 hektare.

Hingga saat ini belum ada kepastian terkait penyebab terjadinya kebakaran hutan itu. Dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan oleh faktor alam. Sebab, ada sejumlah titik api yang muncul bersamaan.

Sumber: KOMPAS.com (Achmad Faizal, Andi Hartik, Fitri Rachmawati, Karnia Septia, Nur Rohmi Aida)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombsudman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombsudman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Bentrok Warga Gara-gara Senjata Mainan, 1 Rumah dan Sepeda Motor Dibakar, 6 Orang Luka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X