132 Rumah di 34 Kecamatan di Sukabumi Rusak akibat Gempa Banten

Kompas.com - 04/08/2019, 19:54 WIB
Salah satu rumah rusak dampak gempa Banten magnitudo 6,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2019) DOK : BPBD KAB. SUKABUMISalah satu rumah rusak dampak gempa Banten magnitudo 6,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (3/8/2019)

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sedikitnya 34 dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah melaporkan kerusakan bangunan dampak gempa Banten bermagnitudo 6,9 yang terjadi Jumat (2/8/2019) pukul 19.03 WIB.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi hingga Minggu (4/8/2019) sore, rumah rusak berjumlah 132 unit meliputi kategori rusak berat (RB) 16 unit, rusak sedang (RS) 40 unit dan rusak ringan (RR) 76 unit.

Sedangkan penghuninya sebanyak 134 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 469 orang.

Baca juga: Jumlah Korban Meninggal Dunia akibat Gempa Banten Bertambah

Untuk bangunan fasilitas umum yang rusak sebanyak 8 unit meliputi 3 rusak sedang (RS) dan 5 rusak ringan (RR).

Bangunan yang rusak itu di antaranya masjid, majelis taklim, madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar negeri (SDN) serta perpustakaan SD.

Bangunan rumah, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang rusak dampak gempa itu tersebar di puluhan kampung yang berada di 67 desa dan 1 kelurahan.

"Sampai Minggu sore ini sudah 34 kecamatan yang melaporkan ada kerusakan bangunan rumah ke BPBD," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, saat dikonfirmasi Kompas.com,. Minggu sore.

Untuk warga yang mengungsi, dia mengatakan, ada sebanyak 9 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 32 orang. Warga yang mengungsi tersebut mayoritas yang rumahnya mengalami rusak berat.

"Saat ini, untuk sementara warga mengungsi di rumah tetangga dan keluarganya," ujar dia.

Baca juga: Jokowi dan Para Menteri Galang Donasi untuk Korban Gempa Banten

Daeng menuturkan, hingga saat ini, pihaknya bersama para relawan BPBD yang tersebar di seluruh kecamatan masih terus mengecek ke sejumlah lokasi. Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan unsur Muspika hingga aparat desa.

"Perkembangan informasi selanjutnya akan terus dilakukan berkala bila ada laporan tambahan. Karena hingga saat ini belum semua kecamatan melaporkannya, masih ada 13 kecamatan," tutur dia.

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Sukabumi, Jawa Barat, berhamburan keluar bangunan setelah merasakan guncangan gempa bermagnitudo 6,9 pada Jumat (2/8/2019) sekitar pukul 19.03 WIB.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X