Cerita Cak Luk Seniman Jombang, Melestarikan Ludruk Agar Tak Punah Lewat Lukisan

Kompas.com - 04/08/2019, 08:10 WIB
Lukmanul Hakim (47), pelukis asal Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menunjukkan salah satu karyanya yang mengangkat kesenian tradisional, Jumat (2/8/2019). MOH. SYAFIÍLukmanul Hakim (47), pelukis asal Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menunjukkan salah satu karyanya yang mengangkat kesenian tradisional, Jumat (2/8/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Sempat berjaya pada era 70-90an, kesenian Ludruk kini sedang menghadapi masa surut. Memasuki era millenial, popularitas kesenian tradisional itu berangsur pudar.

Pada masa jayanya, Ludruk adalah kesenian yang digemari masyarakat khususnya di Jawa Timur. Pementasan Ludruk digemari masyarakat karena cerita, tutur dan pesannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ludruk dalam pementasannya mengangkat cerita kehidupan sehari-hari, cerita perjuangan ataupun cerita lainnya dengan latar waktu cerita kekinian.


Dalam dialognya, teater rakyat tersebut menggunakan bahasa jawa ala jawa timuran yang mudah dimengerti. Pesan-pesannya pun mudah ditangkap karena kisah yang diangkat tidak jauh situasi dan kondisi kehidupan masyarakat.

Baca juga: Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Saat mengangkat cerita-cerita kerakyatan, Ludruk tak hanya mengandalkan tutur lisan. Guyonan serta gerak tubuh pemain menjadi kunci suksesnya sebuah pementasan Ludruk.

Namun, popularitas Ludruk mulai redup sejak memasuki era tahun 2000. Pentas kesenian yang mengakar dari rakyat itu mulai jarang terlihat.

Padahal dulunya, Ludruk sering dijumpai digelar pada acara hajatan pernikahan atau sunatan di masyarakat, serta peringatan hari besar nasional.

Tak ingin Ludruk punah

Lewat lima lukisannya, Lukmanul Hakim (47), pelukis asal Dusun Tanggungan, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengekspresikan harapannya terhadap eksistensi kesenian tradisional Ludruk.

Sebagai pegiat seni, pria yang akrab disapa Cak Luk ini mengaku tak ingin pudarnya popularitas Ludruk berujung pada kepunahan kesenian tradisional itu. 

Menurut bapak dua anak ini, Ludruk bukan sekedar ikon. Ludruk adalah warisan budaya yang harus dijaga, dirawat dan dilestarikan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X