Risma Minta Wadah Daging Kurban Tak Gunakan Plastik, tetapi Pakai Daun

Kompas.com - 04/08/2019, 06:39 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat berkunjung ke Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESWali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat berkunjung ke Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyerukan kepada pedagang hewan kurban maupun rumah potong hewan kurban untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban.

"Kita harapkan begitu (tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai)," ucap Risma, usai Welcome Dinner Asia Pasific Hospice and Palliative Care Conference (APHC) di Halaman Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Sabtu (3/8/2019) malam.

"Mungkin bisa pakai daun (pisang atau jati)," kata Risma.

Baca juga: Kurangi Sampah, Yuk Gunakan 4 Wadah Daging Kurban Pengganti Plastik Ini

Selain itu, Risma juga meminta agar pemotongan hewan dilakukan di tempat-tempat yang jauh dari permukiman warga.

Menurut Risma, pemotongan hewan kurban yang dilakukan di dekat permukiman warga akan berdampak terhadap munculnya penyakit.

"Nanti tempat jualan (pedagang hewan kurban) juga kami cek. Enggak boleh dekat perumahan," ujar Risma.

Sementara itu, daging kurban yang disediakan Pemkot Surabaya rencananya akan diserahkan ke sejumlah masjid untuk diberikan kepada masyarakat miskin.

"Biar masjid yang bagi terutama untuk masyarakat miskin di daerah eks lokalisasi," ujar Risma.

Baca juga: Bukan Sok Jagoan, Ini Alasan Risma Ikut Bantu Atasi Sampah di Jakarta

Tahun lalu, Pemkot Surabaya menyediakan sebanyak 46 hewan kurban yang diserahkan kepada sejumlah masjid dan eks lokalisasi di Surabaya.

Hewan kurban yang disalurkan terdiri dari 15 ekor sapi dan 31 ekor kambing.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Corona, Perawat RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia

Positif Corona, Perawat RSUP Kariadi Semarang Meninggal Dunia

Regional
UPDATE Corona di Kepri 9 April: Jumlah Pasien Positif Covid-19 Menjadi 21 Orang

UPDATE Corona di Kepri 9 April: Jumlah Pasien Positif Covid-19 Menjadi 21 Orang

Regional
Tak Sampai 15 Menit, 200 Masker Ludes Dibagikan ke Pengendara

Tak Sampai 15 Menit, 200 Masker Ludes Dibagikan ke Pengendara

Regional
Tahanan Polres Bukittinggi Diisolasi karena Istrinya yang Hamil 8 Bulan Meninggal Positif Covid-19

Tahanan Polres Bukittinggi Diisolasi karena Istrinya yang Hamil 8 Bulan Meninggal Positif Covid-19

Regional
Tingkat Okupasi Drop, Pengusaha Hotel di Tegal Minta Keringanan Pajak

Tingkat Okupasi Drop, Pengusaha Hotel di Tegal Minta Keringanan Pajak

Regional
Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Ini Motif Pria di Palembang Aniaya Istri hingga Nyaris Tewas

Regional
Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Serahkan APD dan Vitamin ke Pemkot Solo, Gibran: Semoga Bermanfaat

Regional
Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Rapid Test Corona Saat Periksa Ruam Kulit ke Puskesmas, Ibu Hamil di Ngawi Terindikasi Positif

Regional
Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Kebakaran di CPP Gundih Blora Padam dalam Satu Jam

Regional
Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Gara-gara Saling Melotot, Seorang Kakek di Muara Enim Tebas Tetangga dengan Parang

Regional
Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Kabidpropam Polda NTT: Anggota Polisi yang Tidak Pakai Masker Saya Proses

Regional
Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Sosialisasi Cegah Corona Berujung Selfie, Bupati Lombok Barat: Saya Tidak Enak Menolak

Regional
Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Setelah Berbulan-bulan Lowong, Wakil Bupati Kulon Progo Akhirnya Terpilih

Regional
Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Perjuangan Jurnalis di Pedalaman NTT Tempuh Jarak 10 Km Cari Sinyal untuk Kirim Berita

Regional
Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Cerita Bupati Lombok Barat, Niat Sosialisasi Jaga Jarak untuk Cegah Corona Malah Diajak Selfie Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X