Gempa Banten, Warga Pesisir Selatan Sukabumi Mengungsi ke Daerah Perbukitan

Kompas.com - 02/08/2019, 22:10 WIB
Wilayah gempa Banten 7,4 M BMKGWilayah gempa Banten 7,4 M

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pasca- gempa Banten bermagnitudo 7,4, sejumlah warga di pesisir pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan mengungsi ke daerah ketinggian, Jumat (2/8/2019) malam.

Seperti diakui dua warga Kecamatan Palabuhanratu yang dihubungi Kompas.com melalui telepon genggamnya. Keduanya sedang mengungsi di daerah ketinggian.

Baca juga: Gempa Banten Terasa hingga Cianjur, Jendela dan Pintu Rumah Warga Bergoyang

"Setelah gempa kami disuruh mengungsi ke daerah ketinggian. Ini sekarang kami lagi di perbukitan," kata Ilham, Jumat malam.

Dia menuturkan, di tempatnya mengungsi ini, selain dirinya juga banyak warga lainnya. Di lokasi pengungsian ini juga ada aparat Polri dan TNI.

"Kami disuruh bertahan sementara di sini. Sampai ada pemberitahuan bila pantai sudah aman," tutur dia.

Baca juga: Gempa Banten, BMKG Revisi Magnitudo Jadi 6,9 dan Kedalaman 48 Km

Warga Citepus, Resmita, juga mengakui tadi setelah merasakan ada guncangan gempa yang besar langsung disuruh meninggalkan rumah.

"Kami sekeluarga menuju perbukitan di belakang perkampungan. Kami ke sini pakai motor. Tapi di sini sinyalnya enggak stabil," kata Resmita.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

NTT Diguncang 3 Gempa Secara Beruntun, dari Magnitudo 5 hingga 5,5

NTT Diguncang 3 Gempa Secara Beruntun, dari Magnitudo 5 hingga 5,5

Regional
Terjadi Gempa Magnitudo 5 di Sumba Barat Daya

Terjadi Gempa Magnitudo 5 di Sumba Barat Daya

Regional
Aksi Pemuda Demak Menyambut HUT RI di Masa Pandemi

Aksi Pemuda Demak Menyambut HUT RI di Masa Pandemi

Regional
Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Terkena Hujan Abu

Pasca-Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Terkena Hujan Abu

Regional
Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Dua Tahun Tak Terima Gaji, Elivina Guru Honorer: Nasib Kami Belum Merdeka

Regional
Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Kisah Elivina, 9 Tahun Jadi Guru Honorer Terima Gaji Rp 200.000 per Bulan

Regional
Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Makam Gus Dur Masih Tertutup untuk Peziarah

Regional
Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Temuan 28 Kasus Positif Covid-19, Pemkot Tegal Tak Terapkan PSBB

Regional
Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Pencarian Warga Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Terkendala

Regional
Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Kisah Nenek Uho, Sakit Sendirian, Ditemukan Pakai Sarung Bercampur Kotoran Hewan

Regional
KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X