Kronologi Tenggelamnya KM Pieces, Kapal Terbakar Hebat Sebelum Tenggelam

Kompas.com - 02/08/2019, 15:00 WIB
Salah satu Personil SAR Banjarmasin melakukan pengamatan dilokasi tenggelamnya KM pieces, diperairan Tanjung Selatan Kalsel (2/8/2019). Humas SAR BanjarmasinSalah satu Personil SAR Banjarmasin melakukan pengamatan dilokasi tenggelamnya KM pieces, diperairan Tanjung Selatan Kalsel (2/8/2019).


BANJARMASIN, KOMPAS.com - Basarnas Banjarmasin membeberkan kronologis tenggelamnya KM Pisces diperairan Kalimantan Selatan.

KM Pisces ternyata terbakar dan tenggelam diperairan Tanjung Selatan, bukan diperairan Matasiri, seperti keterangan dari Basarnas sebelumnya.

KM Pisces pertama kali diketahui tenggelam oleh KM Bintang Delima Mas yang kebetulan melintas di lokasi tenggelamnya KM Pisces.

Baca juga: Basarnas Makassar dan TNI AU Bantu Pencarian Kapal Tenggelam KM Pieces di Kalsel

KM Bintang Delima Mas inilah yang selanjutnya memberikan informasi kepada Basarnas terdekat.

"Penyebab tenggelamnya KM Pisces karena terbakar, keterangan ini kami terima dari kru KM Bintang Mas Delima yang kebetulan melintas dan menemukan korban," ujar Pelaksana harian Basarnas Banjarmasin, Endrow, saat memberikan keterangan di Kantor SAR Banjarmasin, Jumat (2/8/2019).

Kejadian terbakar dan tenggelamnya KM Pisces, lanjut Endrow, baru diterima pihaknya pada tanggal 31 Juli 2019 lalu, sehingga diperkirakan kapal tenggelam sudah lebih dari 3 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami baru menerima informasi ada kapal tenggelam di perairan Tanjung Selatan, itu pada tanggal 31 Juli lalu, jadi kemungkinan, tenggelam sebelum itu," tambah Endrow.

KM Bintang Delima Mas, tambah Endrow, saat berada di lokasi menemukan 4 korban, 2 di antaranya selamat. Kemudian seluruh korban dibawa ke Kota Baru.

Sementara 2 korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR keesokan harinya setelah melakukan penyisiran diperairan Tanjung Selatan, Kalsel.

Baca juga: Korban Tewas Tenggelamnya KM Pieces Dibawa ke Pekalongan, 31 Penumpang Dicari

Seperti diberitakan sebelumnya, KM Pieces yang bertolak dari Pekalongan menuju Selat Makassar untuk mencari ikan, tenggelam di perairan Kalsel.

Kapal baru diketahui tenggelam 3 hari kemudian karena alat pemancar sinyal bahaya yang berada di dalam kapal diduga rusak.

Akibat kejadian ini, 4 orang dinyatakan tewas dan 2 selamat, sementara 31 penumpang lainnya dinyatakan hilang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.