Berangkat ke Istana, Mimpi Baiq Nuril Ketemu Jokowi Jadi Kenyataan

Kompas.com - 02/08/2019, 10:40 WIB
Baik Nuril Maknun bersiap berabgkat ke Jakarta, bertemu dengan Presiden Joko Widodo hari ini, Jum'at (2/8/2019) FITRI RBaik Nuril Maknun bersiap berabgkat ke Jakarta, bertemu dengan Presiden Joko Widodo hari ini, Jum'at (2/8/2019)

MATARAM, KOMPAS.com - Hari ini Baiq Nuril Maknun bahagia, senyumnya sumeringah karena  WhatsApp dari staf presiden yang diterimanya sejak Kamis (1/8/2019) malam yang memintanya bersiap karena dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (2/8/2019) ini.

"Hari ini saya berangkat, sebenarnya tadi pagi, tapi karena di tiket pesawat ada masalah, salah jalur penerbangan mestinya Lombok-Jakarta namun yang terbeli Jakarta-Lombok, jadi tiketnya hangus, dan dapat jadwal penerbangan siang ini," kata Nuril pada Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Nuril berangkat hanya dengan ransel kecil bersama Nyanyuk Ernawati, pendampingnya dan Joko Jumadi, kuasa hukumnya.

"Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan, saya bahagia sekali bisa bertemu langsung dengan bapak Presiden, mau mengucapkan terimakasi secara langsung pada pak Joko Widodo," kata Baiq Nuril.

Baca juga: Baiq Nuril Bebas dari Jerat Hukum, Amnesti Dikabulkan hingga Diundang ke Istana

Nyanyuk Ernawati, aktivis perempuan yang mendampingi Nuril turut senang karena impian dan perjuangan Baiq Nuril terwujud.

"Saya kagum dengan kegigihan dan ketanguhan ibu Nuril selama menghadapi kasusnya selama empat tahun, apa yang dilakukannya tidak mudah, dan berkat keteguhannya dia berhasil," kata Nyanyuk.

Kasus Baiq Nuril

Baiq Nuril Maknun menghadapi kasus Undang Undang ITE sejak 2016 silam. Nuril dinyatakan bersalah karena dituduh merekam dan menyebarkan percakapan asusila mantan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim yang kerap menelponnya. Lantaran mempertahankan harga dirinya, Nuril justru dijerat UU ITE.

Nuril sempat dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Mataram, 2017 silam. 

Namun Jaksa mengajukan kasasi dan Mahkamah Agung (MA) memutuskan Nuril tetap bersalah dan diganjar hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah.

Baca juga: Diundang Bertemu Jokowi untuk Ambil Surat Amnesti, Baiq Nuril Ingin Ajak Keluarga

Nuril sempat mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Setelah Peninjauan Kembali Nuril kandas, harapan satu satunya adalah Amnesti dari presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perjuangan Nuril berbuah manis, Presiden telah menandatangani Keppres Amnesti bagi Baiq Nuril Maknun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X