Kembalinya Raja Campursari Didi Kempot, Musisi Jalanan "The Godfather of Broken Heart"

Kompas.com - 02/08/2019, 05:25 WIB
Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Didi Prasetyo atau yang lebih dikenal Didi Kempot adalah seorang penyanyi campursari kelahiran Kota Solo, Jawa Tengah.

Didi Kempot pernah populer di awal tahun 2000-an. Lagu-lagunya banyak dikenal seperti Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Kalung emas, atau Layang Kangen.

Sedangkan saat ini, lagu yang digandrung oleh anak-anak muda antara lain Pamer Bojo, Cidro, Banyu Langit, Pantai Klayar, dan beberapa lagu lainnya.

Fenomena kembalinya Didi Kempot disambut suka cita oleh para penggemarnya.

Bahkan fans Didi Kempot memberikan julukan The Godfather of Broken Heart kepada pria yang berambut panjang itu.

Berikut perjalanan panjang Didi Prasetyo, Sang Raja Campursari:

1. Bapak dan kakak seorang pelawak

Didi Kempot lahir di Kota Solo Jawa Tengah 31 Desember 1966. Ayahnya adalah pelawak terkenal di Kota Solo yang dikenal Mbah Ranto atau Ranto Edi Gudel.

Selain itu, Didi Kempot adalah adik dari pelawak Srimulat yang terkenal dengan nama Mamiek Prakoso.

Dalam beberapa kesempatan, Didi Kempot mengaku sangat dekat dengan Mamiek Prakoso. Bahkan, Didi bercerita saat khitan dia bersama dengan kakaknya.

Baca juga: Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

2. Menjadi musisi jalanan di usia 18 tahun

Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Didi Kempot mengawali karir sebagai seorang musisi jalanan diusia 18 tahun. Sejak tahun 1984 hingga 1986, ia menjadi pengamen di kota kelahirannya Solo.

Ia kemudian mengadu nasib ke Jakarta pada tahun 1987 hingga 1989 ke dapur rekaman.

Selama di Jakarta dia berjuang keras dengan mengirimkan sendiri kaset rekaman lagu-lagu ciptaannya ke label.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Tak Terpengaruh Aksi Teror, Bali Tetap Aman Dikunjungi

Regional
Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Regional
Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Rektor UMI Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Pelaku Penyerangan Mahasiswa

Regional
Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Hujan Es Hingga Pohon Tumbang Terjadi di Kota Serang

Regional
Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Pergi Mancing sejak Tiga Hari Lalu, Pria di Bali Ditemukan Tak Bernyawa

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Warga: Orangnya Baik

Regional
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Markas Polisi di Jabar Tingkatkan Keamanan

Regional
Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Masih Jadi Saksi

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Pelaku Bom Bunuh Diri di Medan Dikenal Sebagai Pengemudi Ojek Online dan Penjual Bakso Bakar

Regional
Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Mantan Menaker Hanif Dhakiri Ramaikan Bursa Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Denny Indrayana Optimistis Maju Sebagai Calon Gubernur Kalsel Lewat Jalur Partai

Regional
Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Menteri hingga Gubernur Kirim Karangan Bunga untuk Keluarga Djaduk Ferianto

Regional
Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Polda Jatim Akan Tetapkan Tersangka Baru Kasus Sekolah Ambruk di Pasuruan

Regional
Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Buntut Kematian Mahasiswa di Kampus, Rektor UMI Minta Polisi Berjaga 1 Bulan

Regional
Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Pelamar CPNS Tak Penuhi Syarat Seleksi Administrasi Bisa Manfaatkan Waktu Sanggah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X