Tekanan Tinggi di Australia Picu Angin Kencang di NTT

Kompas.com - 01/08/2019, 17:12 WIB
Keindahan matahari terbenam di ujung Barat Pulau Flores disaksikan dari Puncak Watu Api Melo, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Kamis, (25/7/2019). Ini merupakan spot terbaik untuk berswafoto di pinggir jalan Transflores Ruteng-Labuan Bajo. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.com/MARKUS MAKURKeindahan matahari terbenam di ujung Barat Pulau Flores disaksikan dari Puncak Watu Api Melo, Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Kamis, (25/7/2019). Ini merupakan spot terbaik untuk berswafoto di pinggir jalan Transflores Ruteng-Labuan Bajo. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KUPANG, KOMPAS.com - Kepala Stasiun Meteorologi El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) Agung Sudiono Abadi mengatakan, tekanan udara yang tinggi di Australia, menjadi pemicu angin kencang di NTT.

Agung menyebut, angin kencang yang terjadi hingga saat ini di NTT, akibat perbedaan tekanan tinggi di Australia (1031 mb) dan tekanan rendah di Asia (1000 mb).

"Hasil pantauan Citra Satelit, pola tekanan, dan pola angin, terpantau adanya daerah bertekanan tinggi di Australia (1031 mb), dan tekanan rendah di Asia (1000 mb)," ujar Agung kepada sejumlah wartawan di Kupang, Kamis (1/8/2019).

Baca juga: Angin Kencang Landa NTT, Masyarakat Diminta Waspada

Menurut Agung, selisih tekanan udara yang cukup besar itu akan menguatkan tarikan massa udara, dan meningkatkan kecepatan angin di sekitar wilayah NTT.

"Sejumlah wilayah yang terdampak angin kencang berada di Pulau Timor, Sabu Raijua, Sumba dan Rote Ndao," kata Agung.

Agung mengatakan, kecepatan angin berpotensi dapat mencapai 40 - 50 kilometer per jam dan juga mencapai 35 knot.

Dari kondisi cuaca tersebut, kata Agung, perlu diwaspadai roboh atau tumbangnya papan reklame, baliho, dan pohon serta atap rumah yang rusak.

"Angin kencang ini juga berpotensi akan mengganggu penerbangan,"ujar Agung.

Kondisi angin kencang ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan Agustus 2019 mendatang.

Agung pun mengimbau kepada masyarakat, terutama pengguna jalan, agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan akibat angin kencang ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X