Kompas.com - 01/08/2019, 16:23 WIB
Rumah pribadi Sekda Jabar Iwa Karniwa di Perum Fadjar Raya Estate Blok E 1 RT 03/24 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi AGIE PERMADIRumah pribadi Sekda Jabar Iwa Karniwa di Perum Fadjar Raya Estate Blok E 1 RT 03/24 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi

BANDUNG, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mendatangi rumah pribadi  Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa di Perum Fadjar Raya Estate Blok E 1 RT 03/24, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi pada Kamis (1/8/2019). 

Kedatangan penyidik KPK guna mencari barang bukti usai ditetapkannya Iwa sebagai tersangka baru kasus suap proyek Meikarta.

Ketua RT setempat Yuki mengatakan, penyidik KPK melakukan penggeledahan di semua ruangan di rumah tersebut, kurang lebih satu jam.

"Penyidiknya (KPK) ada 7 orang, polisi dua, semua ruangan dilihat," katanya kepada wartawan, Kamis (1/8/2019). 

Baca juga: Kamis Ini, Giliran Rumah Sekda Jabar yang Digeledah KPK

Sementara itu, seorang petugas sekuriti Perum Fadjar Raya Estate, Maman mengatakan bahwa kedatangan KPK sendiri terjadi secara mendadak.

Saat menggeledah rumah Iwa, Maman hanya melihat kejadian itu dari luar rumah saja.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pulangnya itu bawa dua kopor, isinya saya tidak tahu," katanya. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, rumah berwarna merah muda itu sepi dari aktivitas penghuninya.  

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Meikarta, Sekda Jabar Dicegah ke Luar Negeri

Dayan, sekuriti perumahan mengatakan, Iwa tak lagi menghuni rumah tersebut sejak menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat karena pindah menghuni rumah dinas.  

"Sejak beliau dinas tidak di sini lagi, di rumah dinas, tapi saya tidak tahu dimana rumah dinasnya," kata Dayan. 

Sejak Iwa menjadi Sekretaris Daerah, rumah tersebut memang jarang ditempati ataupun dikunjunginya.

"Sebulan sekali pun kesini jarang, rumah ini memang sudah berdiri sebelum beliau jadi Sekda," katanya. 

Iwa sendiri dikenal baik, berbaur dengan warga sekitar.

"Sebelum beliau dinas baik-baik saja, hubungan dengan warga, lalu di masjid juga baik baik saja," katanya. 

Seperti diketahui, Iwa diketahui ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam pusaran kasus proyek pembangunan Meikarta. Ia diduga menerima suap terkait Rancangan Detail Tata Ruang Bekasi. 

Ia diduga meminta uang sebesar Rp 1 miliar kepada PT Lippo Cikarang melalui Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk memuluskan proses RDTR di tingkat provinsi. 

Pada Desember 2017, Iwa telah menerima uang sebesar Rp 900 juta dari Neneng melalui perantara. Neneng mendapat uang tersebut dari PT Lippo Cikarang pada bulan yang sama. 

 


 


 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X