Polisi Minta Korban Order Fiktif Konfirmasi Lebih Dulu ke Grab

Kompas.com - 01/08/2019, 15:42 WIB
Ilustrasi Grab Food Instagram @GrabIdIlustrasi Grab Food

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang Kota meminta Riski Riswandi, pemilik Bebek Ciphuk yang menjadi korban order fiktif, untuk meminta konfirmasi lebih dulu dengan pengelola layanan transportasi online Grab.

Setelah itu, polisi meminta Riski untuk datang kembali ke Mapolres Malang Kota.

"Terkait dengan kejadian tersebut, masyarakat tentunya silakan kroscek dulu ke Grab. Nanti apabila dari Grab memberikan jawaban seperti apa, nanti bisa dikonsultasikan kembali kepada kami," kata Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Kamis (1/8/2019).

Meski begitu, polisi juga sedang menyelidiki kasus tersebut.

Barang bukti yang disampaikan oleh korban menjadi acuan polisi untuk melakukan penyelidikan.

"Tentunya barang bukti yang diperlihatkan maupun yang diserahkan, nanti akan kami lakukan penelitian lebih mendalam. Terkait dengan kejadian tersebut, ya mudah-mudahan bisa segera diungkap," kata Asfuri.

Baca juga: Cerita Korban Order Fiktif GrabFood, Warung Sedang Renovasi hingga Dapat Tagihan Rp 10 Juta

Sebelumnya, Riski Riswandi, pemilik Bebek Ciphuk di Kota Malang melapor ke Mapolres Malang Kota, karena telah menjadi korban oder fiktif pengemudi Grab.

Riski mengatakan, dalam waktu tiga hari, transaksi GrabFood di warung makan miliknya mencapai sekitar Rp 40 juta.

Padahal, warung yang berada di Jalan Raden Tumenggung Suryo itu sudah ditutup sejak Ramadhan lalu, karena akan direnovasi.

Sebagai gantinya, Riski bersama istrinya, Fitria Dwi Hastuti membuka warung makan yang sama di Jalan Terusan Titan 5 G4.

Baca juga: Pengakuan Korban Order Fiktif GrabFood: Kaget Saat Transaksi Tiba-tiba Mencapai Rp 40 Juta...

Riski mengaku sudah mengajukan pindah alamat kepada Grab, namun belum terealisasi.

Riski mengaku mendapati banyak pengemudi Grab yang sedang berada di warungnya yang sudah tutup. Diduga, pengemudi Grab itu sedang melakukan order fiktif.

Di lokasi yang sama juga berserakan struk palsu atas nama Bebek Ciphuk. Struk itu diduga digunakan oleh pengemudi Grab untuk melakukan order fiktif.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Kenang Habibie, Seniman Bandung Gelar Pertunjukan Jalanan 7 Jam Nonstop

Regional
Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Semua Bakal Calon Rektor Unpad Setuju atau Netral atas Revisi UU KPK

Regional
Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Kisah Lengkap Bayi Hadijah, Minum Kopi Tubruk Sejak Usia 6 Bulan hingga Terima Bantuan Susu dan Biskuit

Regional
2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

2 Ekor Beruang dan 1 Ular Besar Mati Terbakar Akibat Karhutla di Riau

Regional
Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Cantiknya Negeri di Atas Awan, Hanya Tiga Jam dari Jakarta

Regional
Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Cerita Warga Kampar Riau Menjerit Ketakutan, Api Kebakaran Lahan Nyaris Bakar Rumahnya

Regional
Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Niat Ingin Perkasa, Belasan Warga Malah Keracunan Usai Minum Kopi Cleng

Regional
Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Tawarkan Keponakan ke Pria Hidung Belang, Wanita ini Diancam 15 Tahun Penjara

Regional
Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Warga Sukabumi yang Diduga Keracunan Makanan Jadi 182 Orang, Sebelumnya Santap Masakan Hajatan

Regional
Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Pertama di Indonesia, Bambu Diolah Jadi Energi Listrik untuk Terangi 3 Desa

Regional
Walkot Hendi Berencana Terapkan 'Car Free Zone' di Kota Lama Semarang

Walkot Hendi Berencana Terapkan "Car Free Zone" di Kota Lama Semarang

Regional
Sempat Dikritik, Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Diputar di Semarang

Sempat Dikritik, Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Diputar di Semarang

Regional
Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Rabu, BPBD Kalbar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla

Regional
Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Sudah Tiga Orang Melapor Jadi Korban Foto Bugil

Regional
Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Mahasiswa Sodorkan 6 Poin soal Karhutla, Gubernur Sumsel Siap Mundur, jika...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X