Fakta 70 Warga Serang Polisi di Rumah Sakit, 11 Pelaku Diamankan hingga 4 Petugas yang Dirawat Dipindahkan

Kompas.com - 01/08/2019, 14:48 WIB
Bripka Darmawan anggota Polsek Ulu Musi yang menjadi korban penusukan akibat penyerangan di Kabupaten Empat Lawang, Rabu (31/7/2019). ISTIMEWA/POLDA SUMSELBripka Darmawan anggota Polsek Ulu Musi yang menjadi korban penusukan akibat penyerangan di Kabupaten Empat Lawang, Rabu (31/7/2019).

KOMPAS.com - Bentrokan terjadi di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Seatan (Sumsel), menyebabkan empat warga dan empat polisi mengalami luka tembak serta luka tusuk, Rabu (31/7/2019).

Empat anggota polisi yang menjadi korban tersebut yakni Ipda Arsan Fajri, Bripka Darmawan, Bripda Teja Apriaga, dan Briptu Agus.

Sedangkan empat warga yang terkena tusukan adalah Erwan dan Erwin. Sementara dua orang lagi masih belum teridentifikasi petugas.

Pasca-bentrokan tersebut, sebanyak 11 orang pelaku penyerangan polisi ketika dirawat di Rumah Sakit Tebing Tinggi, diamankan petugas.

Berikut fakta lengkapnya:

1. Kronologi kejadian

Ilustrasi tempat kejadian perkara.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tempat kejadian perkara.

Penyerangan terhadap polisi bermula ketika anggota Unit Reskrim dari Polsek Ulu Musi hendak melakukan penangkapan terhadap Erwin, warga Desa Tanjung Raman, karena dilaporkan oleh seorang anggota LSM telah melakukan pengancaman.

Kanit Polsek Ulu Musi Ipda Arsan yang mendapatkan laporan tersebut sekitar pukul 16.30 WIB langsung berangkat bersama tiga anggota lainnya yakni Briptu Ilham, Bripka Suhardi dan Bripka Darmawan untuk mendatangi kediaman Erwin.

Namun, saat itu tersangka Erwin tidak ditemukan petugas di kediamannya. Sekitar pukul 19.00 WIB, Ipda Arsan bertemu dengan tersangka bersama delapan rekannya di daerah Air Deras.

Saat bertemu, Ipda Arsan bermaksud hendak mendamaikan antara pelapor dan Erwin. Mendadak Erwin langsung mengeluarkan pisau dan menyerang petugas bersama delapan orang rekannya yang lain.

"Dua polisi dan dua tersangka penyerangan itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Tebing Tinggi untuk menjalani perawatan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Kronologi 70 Warga Serang Polisi di Rumah Sakit dengan Senjata Api

2. Warga serang polisi di rumah sakit

Ipda Arsan Fajri Kanit Polsek Ulu Musi saat menjalani perawatan di rumah sakit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang setelah mengalami luka tusuk, Rabu (31/7/2019).ISTIMEWA/POLDA SUMSEL Ipda Arsan Fajri Kanit Polsek Ulu Musi saat menjalani perawatan di rumah sakit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang setelah mengalami luka tusuk, Rabu (31/7/2019).

Ketika berada di rumah sakit, mendadak satu mobil truk yang berisi sekitar 50 hingga 70 warga langsung mengeluarkan senjata api rakitan serta senjata tajam untuk menyerang petugas polisi yang sedang dirawat.

Anggota polisi yang berada di sana pun akhirnya kembali mengeluarkan tembakan kepada kerumunan para pelaku yang hendak menyerang polisi. Dua pelaku pun terkena tembakan, sementara 11 pelaku lainnya langsung diamankan petugas.

"Dua anggota polisi yang berjaga di rumah sakit atas nama Bripda Teja Apriaga dan Briptu Agus mengalami luka tembak. Total ada 4 polisi yang terluka dan 4 pelaku yang terluka," jelas Supriadi.

Baca juga: Gunakan Senpi dan Sajam, 70 Warga Serang Polisi di Rumah Sakit

3. Petugas gabungan dikerahkan

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menurunkan ratusan personel ke Rumah Sakit Tebing Tinggi di Kabupaten Empat Lawang, Sumsel, untuk mencegah terjadinya bentrok susulan yang menyebabkan empat polisi serta empat warga mengalami luka tembak serta sabetan senjata tajam, Rabu (31/7/2019).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, personel yang diturunkan terdiri dari 56 personel dari Polres Lahat, 24 personel dari Polres Lubuklinggau, 41 personel dari Polres Musi Rawas, dan 45 Personel dari Polres Pagar Alam dan dikerahkan juga 75 personel dari Brimob Polda Sumsel.

"Situasi saat ini telah berlangsung kondusif. Namun, petugas akan tetap menjaga di sekitar rumah sakit demi keamanan. Malam ini, Kasat Brimob, Dir Intel sudah merapat ke lokasi untuk mencegah bentrok susulan," kata Supriadi, Kamis (1/8/2019).

Baca juga: 70 Warga Bersenpi Serang Polisi, Ratusan Petugas Gabungan Dikerahkan Amankan Situasi

4. Empat polisi yang dirawat dipindahkan

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan terkait bentrokan di Empat Lawang, Kamis (1/8/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi saat memberikan keterangan terkait bentrokan di Empat Lawang, Kamis (1/8/2019).

Supriadi menjelaskan, untuk mengatisipasi hal yang tak diinginkan, empat anggota polisi yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Tebing Tinggi saat ini dipindahkan ke rumah sakit kota Lubuk Linggau.

"Untuk empat warga sebagai tersangka penyerangan masih di rawat di RS Tebing Tinggi. Tidak ada korban yang tewas, semuanya mengalami luka tembak dan senjata tajam," jelas Supriadi.

Selain itu, tokoh masyarakat yang merupakan warga sekitar telah dikumpulkan petugas untuk meredam kericuhan.

Baca juga: Kantor PWI Aceh Tenggara Sedikit Terbakar, Polisi Temukan Bekas Minyak Tanah

5. Polisi amankan sebelas pelaku 

Salah satu tersangka penyerangan polisi di empat lawang ketika menjalani perawatan di rumah sakit.ISTIMEWA/POLDA SUMSEL Salah satu tersangka penyerangan polisi di empat lawang ketika menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebanyak 11 orang pelaku penyerangan polisi ketika dirawat di Rumah Sakit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diamankan petugas.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengatakan, 11 pelaku tersebut diamankan di lokasi terpisah.

Dua orang ditangkap di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo, dan sisanya ditangkap ketika penyerangan di Rumah Sakit Tebing Tinggi.

"Total ada 11 tersangka yang sudah ditangkap. Mereka diduga adalah pendukung Erwan dan Erwin yang telah ditangkap," kata Supriadi, Kamis (1/8/2019).

Baca juga: Penyerangan Polisi di Empat Lawang, 11 Pelaku Diamankan

6. Dua pucuk senpi rakitan dan lima belas sajam diamankan

Ilustrasi senjata tajam.Kompas.com Ilustrasi senjata tajam.

Supriadi menerangkan, tak ada korban jiwa dari peristiwa penyerangan tersebut. Namun, empat anggota polisi dan empat warga mengalami luka tembak dan senjata tajam.

"Dua pucuk senjata api rakitan dan 15 senjata tajam kami amankan. Malam itu ada 50 sampai 70 warga menggunakan truk menyerang rumah sakit," ujar dia.

Ratusan personel anggota gabungan kini telah diturunkan untuk mengamankan lokasi kejadian. "Kondisi sekarang sudah kondusif," kata dia.

Baca juga: Kejahatan di Medan Sangat Meresahkan, Pelaku Pakai Sajam hingga Senpi Rakitan

Sumber: KOMPAS.com (Aji YK Putra)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Regional
Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

Regional
'Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI'

"Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI"

Regional
Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Regional
386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

Regional
Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

Regional
Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X