5 Fakta Gunung Kerinci Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km hingga PVMBG Sebut Semburan Abu Fenomena Biasa

Kompas.com - 01/08/2019, 11:36 WIB
Ilustrasi pesawat maskapai NordWind Airlines. ShutterstockIlustrasi pesawat maskapai NordWind Airlines.

Baca juga: Erupsi Gunung Kerinci, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km

2. Penerbangan diminta hindari jalur Gunung Kerinci

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) merekomendasikan agar penerbangan tidak melalui jalur di sekitar Gunung Kerinci, Sumatera Barat.

Rekomendasi itu terkait dampak letusan abu yang berpotensi mengganggu penerbangan.

"Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci dihindari, karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan," kata Kepala PVMBG Kasbani dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Potensi Terdampak Letusan Abu, Penerbangan Diminta Hindari Jalur Gunung Kerinci

3. Aktivitas Gunung Kerinci kembali normal

Dok. Foto aerial Gunung Kerinci dan kawasan perkampungan padat penduduk di Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019)Antaranews Dok. Foto aerial Gunung Kerinci dan kawasan perkampungan padat penduduk di Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019)

Kepala Pos Pengamatan Gunung Kerinci, Rudra mengatakan aktivitas Gunung Kerinci di Provinsi Jambi kembali normal pasca- erupsi, Rabu (31/7/2019) siang.

"Sebenarnya aktivitas seperti biasa, tapi secara visual kami menyebutnya erupsi. Tapi sekarang normal seperti biasa," kata dia dihubungi Antara dari Jambi, Rabu.

Ia menyebut aktivitas masyarakat setempat pun saat ini seperti biasa, namun masyarakat diimbau untuk tidak mendekati gunung dalam radius tiga kilometer.

Baca juga: Pasca-erupsi, Aktivitas Gunung Kerinci Kembali Normal

4. Fenomena biasa

Dok. Foto Pelatih memandu anak-anak latihan silat dengan latar belakang Gunung Kerinci di Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Desa Lindung Jaya, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Minggu (5/5/2019).Antaranews Dok. Foto Pelatih memandu anak-anak latihan silat dengan latar belakang Gunung Kerinci di Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Desa Lindung Jaya, Kayu Aro, Kerinci, Jambi, Minggu (5/5/2019).

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi-Badan Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Hendra Gunawan mengatakan erupsi Gunung Kerinci adalah fenomena biasa.

"Ya, benar Gunung Kerinci erupsi dengan tinggi kolom abu 800 meter, namun itu fenomena yang biasa terjadi di gunung itu, dan masyarakat tidak boleh terpengaruh isu-isu yang tidak jelas sumbernya," kata Hendra Gunawan, saat dihubungi Antara, Rabu (31/7/2019).

Gunung Kerinci (3.805 mdpl) di Kabupaten Kerinci yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat menyemburkan abu setinggi 800 meter pada Rabu, pukul 12.48 WIB.

Baca juga: PVMBG Sebut Semburan Abu Gunung Kerinci Adalah Fenomena Biasa

5. Status level II atau waspada

ilustrasi gunung berapibbc.com ilustrasi gunung berapi

Ia menyebutkan, status Gunung Kerinci tetap level II atau waspada. Status itu bertahan sejak September 2019.

"Karakter Gunung Kerinci memang setiap tahun selalu ada erupsi, seperti yang terjadi Rabu ini. Asalnya tidak masuk radius tiga kilometer maka itu zona aman. Masyarakat tetap tenang dan tetap beraktifitas, namun juga berkoordinasi dengan petugas Posko PGA atau BPBD di sana," katanya.

Baca juga: Gunung Kerinci Erupsi, Masyarakat Diminta Tak Dekati Radius 3 Km dari Kawah Aktif

Sumber: KOMPAS.com (Mela Arnani, Rachmawati)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X