Gunakan Senpi dan Sajam, 70 Warga Serang Polisi di Rumah Sakit

Kompas.com - 01/08/2019, 06:37 WIB
Ipda Arsan Fajri Kanit Polsek Ulu Musi saat menjalani perawatan di rumah sakit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang setelah mengalami luka tusuk, Rabu (31/7/2019). ISTIMEWA/POLDA SUMSELIpda Arsan Fajri Kanit Polsek Ulu Musi saat menjalani perawatan di rumah sakit Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang setelah mengalami luka tusuk, Rabu (31/7/2019).

EMPAT LAWANG, KOMPAS.com - Bentrokan terjadi di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan ( Sumsel) menyebabkan empat warga dan empat anggota polisi mengalami luka tembak serta luka tusuk, Rabu (31/7/2019).

Empat anggota polisi yang menjadi korban tersebut yakni Ipda Arsan Fajri, Bripka Darmawan, Bripda Teja Apriaga, dan Briptu Agus.

Sedangkan empat warga yang terkena tusukan adalah Erwan dan Erwin. Sementara dua orang lagi masih belum teridentifikasi petugas.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Supriadi mengatakan, kejadian bermula saat petugas dari Polsek Ulu Musi mendapatkan laporan dari seorang anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengaku telah menjadi korban pengancaman oleh tersangka Erwin.

Baca juga: Remaja Difabel Tewas Dianiaya, Begini Kondisi Pusat Layanan Anak yang Mirip Penjara

Dari laporan tersebut, Ipda Arsan sebagai Kanit Polsek Ulu Musi, berangkat bersama tiga anggota lainnya yakni Briptu Ilham, Bripka Suhardi dan Bripka Darmawan untuk mendatangi kediaman Erwin di kawasan Desa Tanjung Raman.

Namun, saat itu tersangka Erwin tidak berada di rumah. Arsan kemudian pergi. Saat dalam perjalanan, petugas bertemu dengan tersangka bersama delapan orang rekannya di daerah air deras.

"Saat dihampiri anggota kita untuk didamaikan dengan korban, mereka (pelaku) langsung menyerang anggota dan mengeluarkan pisau. Ipda Arsan dan Bripka terkena luka tusukan di tempat," kata Supriadi.

Baca juga: Tersangka Penganiayaan Siswa SMA Taruna hingga Tewas Tuntut Polisi Rp 1 Miliar

Kondisi yang mencekam membuat dua anggota polisi meletuskan tembakan ke arah para pelaku yang melakukan pengeroyokan. Enam pelaku lain melarikan diri, sedangkan dua pelaku lainnya yakni Erwan dan Erwin ditangkap petugas setelah terkena luka tembak dibagian kaki.

"Setelah itu pelaku dan anggota polisi yang terluka dibawa ke rumah sakit Tebing Tinggi untuk dirawat," jelas Supriadi.

Ketika berada di rumah sakit, mendadak satu mobil truk yang berisi sekitar 50 hingga 70 warga langsung mengeluarkan senjata api rakitan serta senjata tajam untuk menyerang petugas polisi yang sedang dirawat.

Anggota polisi yang berada di sana pun akhirnya kembali mengeluarkan tembakan kepada kerumunan para pelaku yang hendak menyerang polisi. Dua pelaku pun terkena tembakan, sementara 11 pelaku lainnya langsung diamankan petugas.

"Dua anggota polisi yang berjaga di rumah sakit atas nama Bripda Teja Apriaga dan Briptu Agus mengalami luka tembak. Total ada 4 polisi yang terluka dan 4 pelaku yang terluka," jelas Supriadi.

Dari kejadian tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa dua unit senjata api rakitan serta 15 senjata tajam yang digunakan para pelaku untuk menyerang petugas yang sedang di rawat di rumah sakit.

"Pelaku yang menyerang rumah sakit berasal dari Desa Tanjung Raman," ujar Kabid Humas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Tewas, Salah Satunya Polisi Berpangkat Aiptu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X