Polisi Kesulitan Tangkap Pelaku Aksi "Bajing Loncat" Penjarah Mobil Boks, Ini Sebabnya

Kompas.com - 31/07/2019, 22:15 WIB
Foto hasil screenshoot dari video saat kawanan bajing loncat sedang menurunkan karung beras dari sebuah mobil boks di Jalintim Palembang-Ogan Ilir.

 Dok. InstagramFoto hasil screenshoot dari video saat kawanan bajing loncat sedang menurunkan karung beras dari sebuah mobil boks di Jalintim Palembang-Ogan Ilir.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim)  Polres Ogan Ilir Sumatera Selatan menghadapi kesulitan dalam mengungkap dan menangkap pelaku aksi bajing loncat yang beraksi di Jalan Lintas Timur Palembang-Ogan Ilir yang videonya viral beberapa hari belakangan.

Kasat Reksrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin Rabu (31/7/2019) mengatakan, kesulitan polisi karena tidak ada saksi dari warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut, sehingga tidak bisa dimintai keterangan.  

“Kita sudah melakukan upaya mencari saksi-saksi di sepanjang jalur itu yng diduga dari titik awal sampai dengan diketahuinya TKP terjadi pembegalan itu di perbatasan dengan Kota Palembang, namun kesulitan kami masih belum mendapatkan satu orangpun saksi yang mengetahui peristiwa itu ” katanya. 

Baca juga: Viral Video Aksi Bajing Loncat Jarah Mobil Boks, Polisi Curigai Pemain Lama

Diungkapkan Malik, bahwa polisi juga sudah berkoordinasi dengan admin beberapa akun media sosial yang menayangkan video yang viral tersebut untuk mengetahui asal video tersebut.

“Maksud kita ingin mengetahui video itu dulunya dari mana, siapa yang mengirim, siapa yang mengunggah. Tapi kita belum mendapat data petunjuk yang dapat membantu," katanya. 

"Kita hanya ingin tahu apakah yang mengirim video itu saksi mata yang pada saat kejadian dia benar-benar ada di sana dan merekam atau dapat kiriman dari orang lain juga. Tujuannya kita ingin tahu siapa tahu bisa jadi petunjuk sehingga bisa mengetahui identitas kendaraan peaku atau korban.”

Baca juga: Viral, Video Aksi Bajing Loncat Jarah Mobil Boks Saat Siang Bolong

Data lama pelaku bajing loncat

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin saat menerangkan soal update kasus aksi bajing locat di Ogan Ilir, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin saat menerangkan soal update kasus aksi bajing locat di Ogan Ilir, Rabu (31/7/2019).
Malik Fahrin menerangkan, pihaknya juga sudah membuka data-data lama dari pelaku atau pemain lama dengan modus operandi yang sama untuk mengungkap kasus tersebut.

“Kita buka data-data pelaku atau pemain lama dengan modes operandi seperti itu, apakah pemain lama, kambuhan atau pemain baru," katanya. 

"Intinya kita selidiki dengan teknik penyelidikan untuk mengungkap kasus itu, namun hingga saat ini belum ada titik terang maupun petunjuk.” 

Seperti sudah diberitakan, satu minggu belakangan di Sumatera Selatan viral video aksi bajing loncat yang menjarah karung berisi beras dalam dalam sebuah mobil yang tengah melintas di jalan lintas timur Palembang-Ogan Ilir, Desa Pulau Semambu, Ogan Ilir.

Video itu viral setelah diunggah ke sejumlah media sosial oleh sejumlah admin khsusunya di media social intagram.

Kasus yang menjadi perhatian publik itu saat ini terus diselidiki aparat Satreskrim Polres Ogan Ilir untuk mengungkap pelakunya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Warga Surabaya Ingin Risma Buat Taman Berisi Pohon Tabebuya

Regional
Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Lima Gempa Bumi Guncang Sumbar dalam Kurun Seminggu

Regional
Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Kulon Progo Bakal Terapkan Denda hingga Penjara bagi Perokok di Kawasan Tanpa Rokok

Regional
Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Regional
Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Izin Operasional Bandara Notohadinegoro Jember Mati Sejak Maret 2018

Regional
Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Kronologi Bentrok Antar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen

Regional
Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Setelah 48 Jam, Akses Jalan yang Tertutup Longsor di Agam Bisa Terbuka

Regional
Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Nenek Hilang 7 Hari di Hutan, Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian

Regional
Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Investor Serbu Jateng, Nilai Investasi Masuk Capai Rp 211,19 Triliun

Regional
Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Gubernur Olly Lobi Pemerintah Pusat agar KTT G20 Tahun 2023 Digelar di Sulawesi Utara

Regional
Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Regional
Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Ditangkap di Malaysia, Anak Suporter Indonesia Kerap Tangisi Ayahnya

Regional
Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Seorang Pelajar Tembaki Warga yang Sedang Berhenti di Lampu Merah, 1 Orang Terluka

Regional
Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Penusukan Guru SMK di Kulonprogo, Pelaku Diduga Idap Gangguan Jiwa

Regional
Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Guru Agama Ditangkap karena Diduga Raba Alat Vital Muridnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X