Kompas.com - 31/07/2019, 17:55 WIB
Jalur Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/11/2018). 
TRIBUN JABAR/ISEP HERIJalur Ciawi-Singaparna (Cisinga) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (22/11/2018).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim mengaku prihatin karena proyek Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga) tak kunjung selesai.

Tatang yang juga inisiator pembangunan jalan tersebut saat menjabat sebagai bupati Tasikmalaya menyayangkan proyek itu malah bermasalah dan berujung korupsi meski sudah ganti tiga periode kepala daerah.

"Saya sangat perihatin pembangunan Jalan Cisinga belum selesai sampai sekarang. Padahal jalan itu sangat strategis menghubungkan ibu kota kabupaten, Singaparna dan Ciawi di wilayah Tasik Utara," jelas Tatang kepada Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Tatang mengatakan, pembangunan Jalan Cisinga tersebut dinilai telah menyalahi master plan yang dibuat awal pembangunan. Padahal, rencana awal pembangunan tersebut dibuat oleh konsultan profesional yang mengedapankan fungsi jalan bagi masyarakat.

"Ada pembangunan kemarin, malah jadi kasus korupsi. Kepala dinas PUPR dan pemborongnya malah dipenjara sekarang. Ini ada apa dengan Pemkab Tasikmalaya sekarang?" kata Tatang.

Baca juga: 5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Tatang berharap pembangunan yang notabene untuk kepentingan masyarakat jangan ditunggangi oleh kepentingan pribadi para pejabat. Sehingga, kasus korupsi di Tasikmalaya semakin marak dan dibuktikan dengan ditangkapnya para pejabat di wilayah ini.

"Program itu saya rintis dari awal, sekarang seolah dibiarkan oleh bupati yang melanjutkan saya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya, Yusef Yulistiana, mengatakan, pihaknya saat ini akan melanjutkan kembali pembangunan Jalan Cisinga.

Pemkab Tasikmalaya telah menyiapkan anggaran dua termin, yakni termin pertama Rp 23 miliar dan termin kedua Rp 7 miliar. Rencananya, anggaran tersebut untuk menuntaskan proyek jalan yang dalam pembangunnya terjadi tindak pidana korupsi.

"Tahun ini anggaran telah disiapkan Rp 23 miliar dan Rp 7 miliar. Diharapkan tahun ini tuntas semua. Kalau jembatan sudah beres semua," kata Yusef.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Iwan Saputra mengatakan, belum rampungnya jalan Cisinga karena terbentur masalah biaya. Namun demikian, ia berharap pembangunannya selesai tahun ini atau tahun 2020.

"Itu karena biayanya cukup besar. Jadi mudah-mudahan tahun ini beres. Kita upayakan bantuan dari provinsi. Bisa membereskan," kata Iwan yang masuk bursa calon bupati Tasikmalaya ini.

Baca juga: Mengenal Tasikmalaya lewat Gelaran Tasik Motekar

Sebelumnya, pengerjaan proyek Jalan Cisinga Tasikmalaya sempat terbentur kasus korupsi berjemah antara dinas terkait dengan pemborong.

Kejaksaan Tinggi Jawa Barat telah menetapkan dan menahan lima tersangka. Mereka berasal dari unsur pejabat Pemkab Tasikmalaya dan swasta, yakni  BA selaku pengguna anggaran sekaligus kepala Dinas PUPR Tasikmalaya tahun 2017, RR selaku PPK, dan MM selaku ketua Tim Teknis dan PPHP. Sedangkan dua tersangka lain berasal dari unsur swasta, yakni DS dan IP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X