Kompas.com - 31/07/2019, 15:59 WIB
Muhammad Rusdi (21), terdakwa kasus pembunuhan taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Aldama Putra Pongkala saat menghadiri sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/HIMAWANMuhammad Rusdi (21), terdakwa kasus pembunuhan taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Aldama Putra Pongkala saat menghadiri sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (31/7/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Muhammad Rusdi, terdakwa kasus pembunuhan taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, akan mengajukan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan 10 tahun penjara.

Hal ini diputuskan Rusdi usai berbicara dengan penasihat hukumnya Aisyah, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (31/7/2019).

"Keluarganya (korban) tidak terima, katanya terlalu ringan. Maka kami akan mengajukan pleidoi minggu depan," ujar Aisyah saat diwawancarai usai persidangan.

Meski akan mengajukan pembelaan, Aisyah menyebut pasal yang diterapkan jaksa dalam menuntut kliennya sudah benar.

Aisyah mengatakan, tindakan yang dilakukan Rusdi sehingga menyebabkan kematian bukan perbuatan yang direncana. Menurut dia, kematian terjadi karena kelalaian.

Aisyah sepakat bila Rusdi dikenakan Pasal 338 KUHP.

"Jadi pembelaannya tertulis minggu depan," kata Aisyah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Pembunuhan Taruna ATKP Makassar, Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara

Sementara itu, jaksa penuntut umum Tabrani mengatakan, ada beberapa alasan yang memberatkan dan meringankan sehingga jaksa menuntut hukuman 10 tahun penjara kepada Rusdi.

Hal-hal yang memberatkan yakni, perbuatan Rusdi yang mengakibatkan Aldama meninggal dunia, bertentangan dengan hukum, dan mengakibatkan trauma berat kepada keluarga korban. 

Sementara, hal-hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya. Kemudian, terdakwa sudah meminta maaf dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Selain itu, terdakwa dinilai masih bisa memperbaiki perbuatannya.

Baca juga: 4 Fakta Sidang Pembunuhan Taruna ATKP, Sujud di Depan Ibu Korban hingga Pemukulan Dianggap Biasa

Sebelumnya, Muhammad Rusdi dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum dalam kasus pembunuhan Aldama Putra Pongkala, taruna tingkat 1 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar.

Dalam pertimbangan tuntutan, jaksa menilai, Rusdi telah melakukan unsur kekerasan dengan sengaja yang pada akhirnya menghilangkan nyawa Aldama di Barak VI Kampus ATKP Makassar, pada Februari 2019 lalu. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X