Cerita Atun, Guru Honorer yang Bantu Bocah Kumal dan Miskin agar Bisa Bersekolah

Kompas.com - 30/07/2019, 13:36 WIB
Atun Rohayatun (24) memandikan Jodi (7), di kamar mandi sekolah, SDN Margabakti Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan, Senin (29/7/2019). Jodi terpaksa mandi di sekolah karena tidak memiliki aliran air, kamar mandi, dan sanitasi di rumah. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONAtun Rohayatun (24) memandikan Jodi (7), di kamar mandi sekolah, SDN Margabakti Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan, Senin (29/7/2019). Jodi terpaksa mandi di sekolah karena tidak memiliki aliran air, kamar mandi, dan sanitasi di rumah.

KUNINGAN, KOMPAS.com — Atun Rohayatun (24), guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margabakti, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, memiliki hati mulia.

Dia membantu Jodi, bocah yang memiliki semangat tinggi bersekolah tetapi berasal dari keluarga tidak mampu. Saat itu, Jodi kerap mengenakan baju kotor ke sekolah.

Atun melakukan hal itu semata-mata untuk menarik perhatian banyak pihak agar tergerak hatinya membantu bocah tersebut.

Kepedulian Atun ternyata tidak hanya di media sosial. Sebelumnya, dia sudah melakukan beberapa hal untuk Jodi.

Selain Atun, guru-guru lain dan kepala sekolah juga bersama-sama memperhatikan kondisi Jodi.

Kepada Kompas.com Atun menceritakan, Kepala SDN Margabakti Edi Junaedi sudah menawarkan Jodi untuk bersekolah. Jodi pun bersedia.

Lalu, Dini, salah satu guru SDN Margabakti, meminta Atun membelikan baju seragam dan sepatu bagi Jodi.

“Pas Selasa (23/7/2019), kami nungguin Jodi di sekolah. Agak siangan, jam delapan lebih, dia ke sekolah untuk main dan jajan. Saya turun ke tempat jajan dan mengajak Jodi sekolah. Awalnya tidak mau. Saya bilang makanannya saya bawa ke sekolah dan makan sama ibu,” kata Atun kepada Kompas.com melalui sambungan seluler, Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Kisah Mantan Tenaga Honorer Menyulap Getah Gambir Jadi Pewarna Kain Jumputan Beromzet Jutaan

Setelah tiba di sekolah, Atun melihat Jodi belum mandi dan mengenakan baju kotor. Jodi berasal dari keluarga yang tidak memiliki kamar mandi dan sanitasi di rumah.

Seketika, Atun tergerak untuk memandikannya. Atun selalu mengingat betul hari itu, hari pertama dia merasa seperti ibu meski belum menikah dan belum punya anak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X