Kemensos Sebut 53 Pengungsi Nduga Meninggal Dunia

Kompas.com - 30/07/2019, 08:41 WIB
Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menemui warga Nduga yang sedang mengungsi di Kabupaten Jayawijaya, Papua (29/07/2019)Dok Kemensos RI Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menemui warga Nduga yang sedang mengungsi di Kabupaten Jayawijaya, Papua (29/07/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Sosial ( Kemensos) memastikan jumlah pengungsi warga Kabupaten Nduga, Papua, yang meninggal dunia hingga saat ini mencapai 53 orang.

Dari jumlah itu, 23 orang anak-anak. Rata-rata penyebabnya karena sakit dan bukan kejadian luar biasa.

"Tidak benar berita lebih dari 130 orang meninggal dalam pengungsian. Jumlah korban meninggal dunia itu merupakan akumulasi dari awal konflik terjadi. Mereka yang meninggal karena sakit," ujar Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat, melalui rilis, Selasa (30/7/2019).


Hari menyatakan, Kemensos terbuka menerima informasi terbaru terkait kondisi pengungsi asal Nduga yang tersebar di Wamena, Timika, Kenyam, hingga Lanny Jaya.

Baca juga: Jumlah Pengungsi Konflik di Nduga Capai 8.000 Jiwa

Untuk mengatasi masalah warga Nduga yang mengungsi akibat terjadinya konflik bersenjata antara TNI dan OPM pimpinan Egianus Kogoya, Kemensos bersama Pemkab Nduga dan TNI telah melakukan rapat koordinasi di Kabupaten Jayawijaya, Senin (29/7/2019).

”Rapat kerja ini bertujuan mengklarifikasi informasi terkait pengungsi Nduga di media massa nasional maupun internasional,” kata Harry.

Kementerian Sosial telah menyiapkan dukungan layanan psikososial bagi anak-anak dan kelompok rentan (lansia) bagi warga Nduga yang menjadi pengungsi karena konflik bersenjata.

Tim ini, terang Harry, akan bertugas memulihkan trauma yang dialami warga Kabupaten Nduga.

Mereka saat ini mengungsi di sejumlah titik seperti di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Nduga dan Kabupaten Mimika.

Baca juga: Fakta di Balik Kontak Senjata Pasukan TNI di Nduga, Sita Ratusan Amunisi hingga Kelompok Separatis Terluka

Sementara, Sekertaris Daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge menegaskan ke 53 data korban meninggal dunia tersebut hasil dari pendataan dan investigasi di 11 distrik yang terdampak konflik.

”Data 53 orang itu dilengkapi nama dan lokasi meninggal. Informasi warga yang meninggal hingga 139 orang belum terverifikasi,” tutur dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Cerita di Balik Disabilitas Dilarang Beribadah di Masjid Raya Sumbar hingga Mengadu ke Wagup

Regional
3 Ruko Berisikan Mobil dan 'Sparepart' Hangus Terbakar

3 Ruko Berisikan Mobil dan "Sparepart" Hangus Terbakar

Regional
Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Yenny Wahid dan Mahasiswa Papua Kirimkan Salam Damai dari Makam Gus Dur

Regional
Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Jokowi Sebut Garam NTT Lebih Bagus dari Madura dan Australia

Regional
Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Pernyataan Unsur soal Mahasiswanya Jadi Tersangka Kasus 4 Polisi Terbakar

Regional
Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi 'Online' Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Otak Pembunuhan Sopir Taksi "Online" Ditembak Polisi

Regional
Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Main Lilin di Loteng, Seorang Balita Tewas Terbakar

Regional
Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Ketika Daerah Lain Ekonominya Masih Sulit, Semarang Malah Melejit

Regional
Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Waspada Terhadap Jenis Kayu Bajakah yang Mengandung Racun

Regional
Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Pembunuh Taruna ATKP Makassar Terima Vonis 10 Tahun Penjara

Regional
Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

28 Mantan Anggota DPRD Gunungkidul Belum Kembalikan Laptop, Alasannya Sibuk

Regional
 Jokowi Telepon, Ini Pesan untuk Gubernur Papua Barat Pasca-Kerusuhan Manokwari hingga Timika

Jokowi Telepon, Ini Pesan untuk Gubernur Papua Barat Pasca-Kerusuhan Manokwari hingga Timika

Regional
Kepala Sekolah di Lombok Timur Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Mandi Hotel

Kepala Sekolah di Lombok Timur Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Mandi Hotel

Regional
Buaya Muncul di Pantai Carocok Diduga karena Pembuangan Sisa Hewan Kurban

Buaya Muncul di Pantai Carocok Diduga karena Pembuangan Sisa Hewan Kurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X