Rampas Motor Seorang Perempuan, Satu Begal Tewas Ditembak Polisi

Kompas.com - 29/07/2019, 17:08 WIB
Tiga foto Irfan, pelaku pembegalan terhadap Fatimah (tengah, berjilbab) yang tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap. DewantoroTiga foto Irfan, pelaku pembegalan terhadap Fatimah (tengah, berjilbab) yang tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap.

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pelaku tindak kejahatan pencurian dengan kekerasan (begal) tewas setelah ditembak oleh tim Pegasus Polrestabes Medan karena melawan saat akan ditangkap. Petugas masih mencari dua pelaku lainnya. 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, di Mapolrestabes Medan, Senin (29/7/2019), mengatakan, pelaku bernama M Irfan Fahri (30), warga Pasar VII, Tembung Makmur, Dusun Kenanga, Desa Sambi Rejo Timur.

Pelaku pada Kamis (25/7/2019) sekitar pukul 06.00 WIB bersama dengan dua rekannya memepet seorang pengendara Honda Vario BK 5643 AGN.

Saat itu, pelaku bersama Ari dan Angga menodongkan pisaunya kepada korban, Fatimah dan memaksa korban menyerahkan hartanya.

Baca juga: Begal Masuk Kampus Unand, Kalau Kau Teriak, Mati Kau

 

Dari aksinya, para pelaku merampas sepeda motor atas nama Yeni Ardini Daulay, dompet berisi Rp 25 juta, dua buku ATM, KTP, SIM A serta ponsel merek Nokia dan Samsung A8. 

Dadang mengatakan, dua hari setelah beraksi, pada Sabtu (27/7/2019) petugas unit ranmor mendapat informasi keberadaan Irfan di sebuah hotel di Tembung. Kemudian Kanit Ranmor bersama Panit dan anggota menggrebek kamar tersangka. Polisi menemukan STNK di dompet dan 1 unit sepeda motor Vario BK 5643 AGN hasil kejahatan. 

Kemudian petugas melakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya, yaitu pisau yang digunakan pelaku untuk menodong korban.

"Saat akan ditangkap, pelaku melawan setelah diberi tembakan peringatan tidak diindahkan dan membahayakan petugas. Pelaku tewas kehabisan darah saat dibawa ke rumah sakit," katanya.

Dadang menambahkan, pihaknya sudah mengetahui identitas para pelaku yang dikenal sebagai kelompok Pepeng. Pihaknya sudah menelusuri jejak kejahatan Irfan dan tersangka Ari.

"Tersangka ini merupakan residivis kasus yang sama. Tahun 2015. Dari penelusuran kita, mereka ini sebulan lalu tiga kali beraksi," katanya. 

Baca juga: Usai Bacok Seorang Pelajar, Raja Begal Kota Padang Diringkus Polisi

Sepeda motor hasil kejahatan Irfan kemudian diserahkan langsung kepada korban. Fatimah, yang datang ditemani suaminya mengaku senang dengan kembalinya sepeda motornya. Saat itu, dia hendak menuju pasar untuk berbelanja.

"Saat itu saya dipepet dengan para pelaku saya jatuh lalu mereka ambil sepeda motor saya. Itu pun sudah ditempel stiker hitam untuk mengelabui orang. Padahal aslinya merah," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X