Hasil Pemeriksaan, Korban Pencabulan Guru Bimbel Merupakan Anak Jalanan

Kompas.com - 29/07/2019, 16:11 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

MATARAM, KOMPAS.com - Kasus pelaku pencabulan anak oleh ECP (30) seorang guru di salah satu lokasi bimbingan belajar (bimbel) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ( NTB) diungkap oleh polisi.

Dari hasil pemeriksaan, anak-anak yang menajdi korban pencabulan merupakan anak-anak jalanan.

“Korbannya dari luar, bukan dari peserta bimbel. Itu anak-anak jalanan yang diambil dari luar,” ujar Ketua Divisi Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB Joko Jumadi usai jumpa pers di Mapolda, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Guru Bimbel Jadi Pelaku Pencabulan Anak, Begini Modusnya


Joko menyebutkan, pelaku menjalankan aksinya tersebut di lokasi bimbel. Biasanya, pelaku memlilih waktu setelah proses pembelajaran selesai, yakni pada malam hari.

Selain itu, menurut Joko, setiap korban dicabuli rata-rata 2 kali hingga 8 kali atau lebih.

“Pelaku melakukan pencabulan ada yang dua kali, ada yang 8 kali. Mungkin lebih karena sudah lebih setahunan,” ujar Joko.

Adapun data korban yang berjumlah 7 oranga yakni, AY (13) asal Kota Mataram, PTG (14), RJ (14), PD (11), FD (14), SP (14)  dan AL (14) asal kota yang sama.

Dalam waktu dekat, LPA akan mengunjungi rumah orangtua korban pencabulan untuk merehabilitasi korban dan memberikan pemahaman kepada orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya.

Sebelumnya, pelaku ditangkap oleh Tim Subdit IV Direskrimum Polda NTB dengan bekerjasama dengan LPA NTB. Pelaku ditangkap di lokasi bimbel tempat ia mengajar pada Kamis (25/7/2019) lalu.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Regional
Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X