Pesawat Komersial Diminta Ikut Mencari Heli MI-17, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 29/07/2019, 15:55 WIB
2 Unit Hely Bell yang disiagakan pihak TNI di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang digunakan untuk mencari Helikopter MI-17 yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019 Dok Pendam XVII/Cenderawasih2 Unit Hely Bell yang disiagakan pihak TNI di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang digunakan untuk mencari Helikopter MI-17 yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019

JAYAPURA, KOMPAS.com - Proses pencarian Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang hilang di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019, belum membuahkan hasil.

Saat ini, TNI juga meminta maskapai penerbangan swasta yang melayani rute Jayapura-Oksibil untuk ikut membantu pencarian.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto mengatakan, permintaan itu bukan berarti pesawat komersial tersebut hanya khusus melakukan pencarian. Bantuan hanya pada saat pesawat tersebut melintas di atas area yang diduga titik hilangnya Heli MI-17.

"Jadi saat mereka terbang Jayapura-Oksibil, kami minta tolong mereka memantau keberadaan di darat," ujar Eko Daryanto ketika dihubungi, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Fakta di Balik Pencarian Heli MI-17 di Papua, Heli Buatan Rusia hingga Pesawat CN235 MPA Diterjunkan

Menurut Eko, langkah tersebut diambil untuk memperbesar kemungkinan ditemukannya keberadaan Helikopter MI-17.

Meski demikian, Eko memastikan proses pencarian masih dilakukan, baik melalui udara maupun darat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengakui bahwa proses pencarian Helikopter MI-17 tidak mudah, karena wilayah yang dijadikan titik pencarian masih berupa hutan.

"Saya cari terus, heli itu hampir tiap tahun jatuh, cuma hutan di sini hutan rimba semua, ada yang ketemu sebulan, ada yang tahunan, yang ini juga belum ketemu," kata Yosua.

Diberitakan sebelumnya, Helikopter MI-17 milik TNI AD hilang kontak sesaat setelah lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (28/6/2019).

Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang, terdiri dari tujuh orang crew dan lima orang personil Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian Pos.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.