Pemprov Jatim Matangkan Rencana Bangun Kereta Gantung di Gunung Bromo

Kompas.com - 28/07/2019, 15:13 WIB
Pemandangan Sunrise di Gunung Bromo Dok. Humas Kementerian PariwisataPemandangan Sunrise di Gunung Bromo

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mematangkan rencana pembangunan kereta gantung di Gunung Bromo.

Transportasi yang memanfaatkan kabel itu diharapkan menjadi solusi minimnya akses di kawasan gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl itu.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengatakan, rencana pembangunan kereta gantung merupakan opsi yang dipilih pemerintah untuk memudahkan akses menuju Gunung Bromo di dalam kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Saya bisa merasakan betul perlu ada strategi-strategi baru. Semalam saya bersama Bapak Menteri Bapennas mengikuti Jazz Gunung, laporan ke Ibu (Khofifah Indar Parawansa), jadi salah satu opsi ini akan kita matangkan," kata Emil saat menghadiri Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Timur di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7/2019).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat menghadiri Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Timur di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7/2019)ANDI HARTIK Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak saat menghadiri Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Timur di Ponpes Sabilurrosyad Kota Malang, Minggu (28/7/2019)

Sampai sejauh ini, rencana pembangunan kereta gantung masih dalam tahap kajian. Termasuk tentang kajian lingkungan karena kereta gantung itu akan melintasi kawasan hutan.

"Semua ide itu ditindaklanjuti dengan kajian kelayakan. Ada yang sifatnya namanya pre-feasibility study, ada feasibility study. Kalau masih pre itu kita tidak terlalu detail. Kita lihat rona-rona lingkungannya, konsekuensi umumnya sebelum data-data primer kita ambil. Jadi tahapan pre ini yang harusnya dilalui untuk kegiatan apapun apalagi yang melibatkan alam," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suami dari Arumi Bachsin itu meminta pelaku usaha pariwisata, terutama pemilik Jeep tidak khawatir menyikapi rencana pembangunan kereta gantung.

Menurut dia, adanya kereta gantung itu akan bersinergi dengan pemilik Jeep, bukan justru mengancamnya.

Apalagi, kereta gantung itu tidak memungkinkan untuk dibangun di lautan pasir atau kaldera Gunung Bromo sehingga jasa Jeep juga masih dibutuhkan.

"Kita tahu juga katanya pemilik Jeep khawatir. Nggak usah khawatir semua keputusan pemerintah tentu akan dikomunikasikan bersama. Segmentasi rute dan segalanya pasti sudah dipilih," ujar dia.

"Jadi tenang. Justru malah sinergis. Karena memang kabel bisa lewat lautan pasir? Kan nggak. Jadi, menurut saya, tidak perlu terlalu khawatir. Justru dipilih yang akan sinergis. Kita ingin masyarakat dapat pencaharian kok," tambah dia.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menambah lokasi baru untuk menikmati keindahan alam di kawasan itu.

"Karena kan semua ingin ke sana tapi kapasitasnya kecil sekali. Maka saya kemarin diskusi dengan teman-teman yang pelaku di sana, industri pariwisata di sana, mulai dikembangkan, selain penanjakan ada poin-poin baru yang dikembangkan supaya orang melihat pemandangan jadi tidak numpuk. Jadi aksesnya nanti kita rancang," kata Emil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.