Karhutla di Riau Belum Padam, Malah Semakin Meluas

Kompas.com - 28/07/2019, 12:22 WIB
Tim Manggala Agni Daops Siak melakukan pemadaman lanjutan pada kebakaran lahan di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (28/7/2019). Dok. Manggala Agni Daops Siak IDONTim Manggala Agni Daops Siak melakukan pemadaman lanjutan pada kebakaran lahan di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (28/7/2019). Dok. Manggala Agni Daops Siak

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sri Gemilang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, belum padam. Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api dari darat dan udara.

Pada Minggu (28/7/2019) ini, memasuki hari kedelapan pemadaman karhutla oleh tim Manggala Agni bersama TNI, kepolisian, Damkar, BPBD dan masyarakat peduli api (MPA), serta perusahaan swasta.

Kepala Manggala Agni Daops Siak Ihsan Abdillah mengatakan, luas lahan terbakar bertambah dari sebelumnya.

"Bertambah menjadi 30 hektar. Tapi sekarang sudah bisa disekat," kata Ihsan saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu.

Baca juga: 5 Fakta Baru Karhutla di Riau, Ganggu Jarak Pandang Warga hingga Kesulitan Air

Demi mengoptimalkan pemadaman api, tim menambah kekuatan pemadaman dari udara.

"Pemadaman kita lakukan dari darat dan dibantu tim satgas udara dengan menggunakan satu helikopter water bombing," sebut Ihsan.

Di lokasi kebakaran lahan, asap masih cukup tebal. Sebab, lahan yang terbakar merupakan tanah gambut dan semak belukar.

Ihsan menyebutkan, kebakaran lahan ini terdapat di areal perusahaan PT Wahana Subur Sawit Indah dan PT Gelora Sawit Makmur. Kebakaran terjadi sejak.

"Asap lumayan tebal, tergantung angin. Untuk sumber air, kita dibantu alat berat buat embung," kata Ihsan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Pekanbaru sendiri, mendeteksi 61 titik panas (hotspot) di Riau, Minggu pagi.

Baca juga: Karhutla Riau Bakar 20 Hektar Lahan Sawit, Api Sulit Dipadamkan Karena Minim Sumber Air

Titik panas tersebar di sebelas wilayah. Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Mia Vadilla mengatakan, titik hotspot terbanyak ditemukan di Kabupaten Pelalawan sebanyak 28 titik.

Kemudian di Kabupaten Siak 8 titik, Bengkalis 7 titik, Indragiri Hilir 6 titik, Indragiri Hulu 4 titik, Rokan Hulu 3 titik, Rokan Hilir 2 titil. Sedangkan Kabupaten Kampar, Kepulauan Meranti dan Kuantan Singingi, masing-masing 1 titik.

"Untuk confidence 70 persen, Kabupaten Pelalawan 20 titik, Bengkalis 2 titik, Rokan Hulu 3 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Siak 2 titik dan Indragiri Hulu 2 titik," sebut Mia.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Hujan Abu Tipis Terjadi di Boyolali

Regional
Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Dipicu Masalah Utang Piutang

Regional
Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X