Tokoh Masyarakat: Kami Tidak Ingin Sumbar Disebut Sarang Teroris

Kompas.com - 28/07/2019, 09:37 WIB
Sejumlah tokoh masyarakat Sumbar memberikan keterangan pers terkait informasi Sumbar disebut sarang teroris dan mau dibom, Sabtu (27/7/2019) PERDANA PUTRASejumlah tokoh masyarakat Sumbar memberikan keterangan pers terkait informasi Sumbar disebut sarang teroris dan mau dibom, Sabtu (27/7/2019)

PADANG, Kompas.com - Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Sumatera Barat menegaskan, peristiwa teror di daerahnya, baru-baru ini, tidak bisa dikatakan bahwa Sumatera Barat merupakan sarang teroris.

"Kami tidak ingin Sumbar disebut sebagai sarang teroris dan bahkan Sumbar akan diledakkan bom. Ini sangat meresahkan di tengah masyarakat," ujar Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumbar, H. Boy Lestari Dt Palindih, Sabtu (27/7/2019) di Padang.

Dalam pernyataannya itu, Boy hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat, antara lain Ketua Lembaga Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Dt Rajo Penghulu dan Ketua MUI Padang Duski Samad.

Baca juga: Fakta di Balik Ancaman Teroris di Sumbar, Incar Polisi Saat HUT RI hingga Kapolda Jamin Keamanan

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar M Sayuti menambahkan, apabila Sumbar benar-benar menjadi sarang teroris, tentunya kepolisian atau TNI sudah mengidentifikasi setidaknya tempat latihan mereka.

Namun apabila hanya berdasarkan satu atau dua kali penangkapan teroris, kemudian digeneralisasi bahwa Sumbar merupakan sarang teroris, Sayuti menolaknya dengan tegas.

Ia pun mendorong pemerintah Sumbar beserta aparat keamanan membuktikan apakah benar Sumbar merupakan sarang teroris.

"Karena itu, kami minta para pemimpin di Sumbar, baik kepala daerah mulai gubernur hingga bupati/walikota, Kapolda, Danrem, Kajati hingga Kapolres, jangan tinggal diam menyikapi informasi ini. Harus disikapi kebenaran informasi ini," ungkap M Sayuti.

Sebelumnya diberitakan Kapolda Sumatera Barat Irjen (Pol) Fakhrizal terkejut dengan adanya informasi bahwa sejumlah titik di Sumbar akan dibom oleh teroris yang ditangkap Densus 88, beberapa waktu lalu.

Fakhrizal menyebut, situasi di Sumatera Barat pasca-Pemilu sangat aman dan tidak ada laporan ancaman bom.

Fakhrizal pun menyebut bahwa tidak mungkin orang Sumbar melakukan pengeboman daerahnya sendiri.

Baca juga: Kapolda Kaget Sumbar Akan Dibom oleh Teroris

Pernyataan Fakhrizal ini sendiri berkaitan dengan penangkapan seorang terduga teroris berinisial N oleh Densus 88 pada Kamis 18 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 WIB.

Densus juga menggeledah rumah terduga teroris itu RT 02/ RW 04 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang, satu hari setelah penangkapan.

Setelah penangkapan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo merilis bahwa N sudah memetakan beberapa wilayah di Padang yang akan dijadikan sasaran pengeboman.

Lokasi-lokasi yang sudah dipetakan N, antara lain kantor kepolisian dari mulai Polda Sumbar, Polresta Padang, hingga pos polisi lalu lintas.

 

Kompas TV Polri dan Kepolisian Filipina akan mencocokkan DNA, 2 Warga Negara Indonesia terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Pulau Jolo, Filipina dengan sampel DNA keluarga untuk memastikan identitasnya. Terduga pelaku bom bunuh diri gereja di Filipina adalah suami istri bernama Rulli Rian Zeke dan Ulfah Handayani. Pasangan suami-istri asal Sulawesi Selatan ini memasuki wilayah Filipina secara ilegal pada Desember 2018. Di Indonesa kedua terduga pelaku tergabung jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Namun saat di Filipina keduanya bergabung dengan jaringan teroris Abu Sayyaf. Saat ini polri dan kepolisian filipina tengah mecocokkan sampel DNA kedua terduga pelaku dengan keluarganya di Sulawesi Selatan. Warga di lingkungan rumah 2 terduga pelaku bom bunuh diri Filipina mengenal pelaku dengan pribadi yang santun. Keduanya sudah lama tak terlihat sejak sekitar 2 tahun lalu. Bom bunuh diri yang melibatkan Ruli dan Ulfah terjadi di bulan Januari 2019 lalu. Bom meledak di katedral di Jolo, Filipina saat misa berlangsung. Akibat bom ini 27 orang tewas dan 77 orang lainnya terluka. #BomGerejaFilipina #Polri #WNI



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X