Petani Madiun di Forum PBB, dari Soroti Kelaparan hingga Cita-cita bagi Indonesia

Kompas.com - 28/07/2019, 08:08 WIB
BERIKAN CERAMAH--Petani asal Madiun, Zainal Arifin Fuat memberikan ceramah di Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO PBB  bertajuk United Nations Decade of Family Farming di News York, Amerika Serikat, Selasa (16/7/2019) lalu. DOKUMENTASI ZAINALBERIKAN CERAMAH--Petani asal Madiun, Zainal Arifin Fuat memberikan ceramah di Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO PBB bertajuk United Nations Decade of Family Farming di News York, Amerika Serikat, Selasa (16/7/2019) lalu.

MADIUN, KOMPAS.com — Sepekan terakhir, dunia pertanian di Indonesia dihebohkan dengan tampilnya Zainal Arifin Fuat, seorang petani asal Madiun, Jawa Timur, di forum internasional yang digelar Badan Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO PBB di New York, Amerika Serikat.

Tidak sekedar tampil atau menghadiri undangan, Zainal juga didapuk berceramah di Forum Pertanian Terbesar di Dunia di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Forum tersebut diketahui digelar Food and Agricultural Organization, International Fund For Agricultural Development, pemerintah Kosta Rika dan Prancis, bertemakan Launch of the United Nation Decade of Family Farming (2019-2028), Synergies anda Main Contributions to the 2030).


Forum ini merupakan lanjutan dari forum peluncuran pertama yang diselenggarakan 27-29 Mei 2019, di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia.

Di depan forum PBB, Zainal mengingatkan semakin banyaknya jumlah orang kelaparan di dunia dalam beberapa tahun terakhir.

Kepada Kompas.com, Jumat ( 24/7/2019) sore, Zainal menceritakan awal mula ia didapuk menjadi pembicara forum pertanian internasional di markas PBB, New York, Amerika Serikat tersebut.

Latar belakang Zainal yang fokus di gerakan petani internasional adalah salah satu alasan ia diundang sekaligus menjadi pembicara di forum internasional tersebut.

Zainal juga aktif di serikat petani Indonesia dengan jabatan sebagai Ketua Departemen Luar Negeri Serikat Petani Indonesia (SPI).

"Saya kan menjadi pengurus serikat petani Indonesia di tingkat nasional. SPI memimliki akses 20 provinsi. Kami memiliki akses internasional La Via Campesina (gerakan petani internasional). Fokusnya, bagaimana bisa mempengaruhi kebijakan pertanian internasional, apakah FAO yang di Roma atau FAO di New York," ujar Zainal,

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Asia Tenggara, Kementan Dukung FAO

Di forum itu, Zainal bertindak sebagai SC La Via Campesina dan didapuk menjadi pembicara tentang pertanian keluarga yang menyuplai kebutuhan pangan dunia.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Jelang Pelantikan Presiden, Bupati Bogor Minta Semua Pihak Tak Terbujuk Ajakan Provokatif

Regional
Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Kritik Radio Kampus di Grup WA, Dosen UIN Makassar Jadi Tersangka UU ITE

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X