Risma Akan Perbanyak Bunga Tabebuya Beragam Warna di Surabaya, Ini Tujuannya

Kompas.com - 27/07/2019, 19:46 WIB
Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ Bunga Tabebuya bermekaran di kawasan Marmoyo (depan Kebun Binatang Surabaya) hingga Jl Diponegoro, Senin (26/11/2018). Tabebuya adalah jenis tanaman yang berasal dari Brasil dengan karakteristiknya sama seperti pohon sakura saat berbunga. Memasuki musim hujan di bulan November bunga bermekaran hingga berasa seperti Jepang dengan bunga sakuranya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal memperbanyak bunga tabebuya di sejumlah sudut Kota Pahlawan.

Tidak hanya di jalan protokol, bunga tabebuya juga akan ditanam di sejumlah taman kota, salah satunya Taman Ngagel Surabaya, yang telah dilengkapi fasilitas jogging track.

Menurut Risma, bunga tabebuya perlu diperbanyak agar masyarakat Surabaya lebih leluasa menikmati indahnya bunga tabebuya dengan beraneka warna.

Baca juga: Bunga Tabebuya Bermekaran, Kota Surabaya Jadi Berwarna-warni


"Nanti kita adakan penanaman (bunga tabebuya) bareng. Kita sudah ngumpulin seribu lebih, nanti kuat-kuatan nanemnya," kata Risma, Sabtu (27/7/2019).

Selain untuk menambah keindahan kota agar terkesan asri, Risma mengaku perlu memperbanyak bunga tabebuya agar kualitas udara di kota berlambang hiu dan buaya itu semakin baik.

Risma menyampaikan, jika di Jepang banyak orang mengenal negara tersebut dengan bunga sakura-nya, maka Surabaya diharapkan dikenal luas di dunia karena memiliki bunga tabebuya beragam warna.

Baca juga: Percantik Kota, Ini Fakta Pohon Tabebuya di Surabaya

"Kalau di Jepang itu (bunga sakura) warnanya kan hanya pink, saya pengin di Surabaya ini, (bunga tabebuya) warnanya beragam. Jadi kita juga nanam ada yang warna ungu dan orange," ucap Risma.

Di tangannya, Kota Surabaya akan disulap menjadi kota taman sepenuhnya. Tahun lalu, Risma sudah membangun 70 lebih taman baru di berbagai sudut kota. Tahun ini, ia akan membangun banyak taman lagi dengan lahan yang lebih luas.

"Se- kota Surabaya ini kita buat menjadi taman. Tujuannya memang untuk lingkungan. Supaya kualitas udara di Surabaya bagus. Seluruh kota akan kita tanami bunga," ujar Risma.

Baca juga: Trembesi dan Tabebuya Bakal Mempercantik Tol Trans Jawa di Jawa Timur

Upaya mempercantik wajah Kota Surabaya dengan memperbanyak bunga tabebuya diyakini bakal mampu menarik minat masyarakat untuk berwisata ke Surabaya.

Risma menyebut, mekarnya bunga tabebuya mampu menyedot jumlah wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Ia berharap, bulan depan jumlah wisatawan akan semakin banyak lagi.

"Bahkan banyak yang kemarin nunggu, 'Bu Risma kapan (tabebuya) berbunga', mereka mau datang gitu. Indeks pariwisata di Surabaya terbaik, kita dapat platinum. Itu karena memang pariwisatanya naik, hunian hotel di Surabaya penuh," imbuh Risma.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Proyek Rel Ganda, Jalur Sumpiuh-Tambak Banyumas Ditutup hingga Oktober

Regional
Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Cerita Mahasiswa yang Jadi Anggota DPRD Termuda, Ingin Restorasi Sistem hingga Larang Razia Buku

Regional
Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Cerita di Balik Viralnya Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dota 2

Regional
Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Hutan Sekitar Bandara Hang Nadim Batam Terbakar

Regional
Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Pisau Seukuran Bolpoin dan Bayonet Diamankan dari Rumah Terduga Teroris HS

Regional
30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

30 Pekerja Migran Ilegal Diselamatkan Saat Akan Diselundupkan ke Malsysia

Regional
Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Pasar Tradisional di Purbalingga Ludes Terbakar

Regional
Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Kasus Gubernur Kepri, KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Tak Beri Keterangan Palsu

Regional
Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Menkominfo Sebut Hoaks di Papua Menyebar Lewat SMS Saat Internet Dibatasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

[POPULER NUSANTARA] Ini Penyebab Pembantaian di KM Mina Sejati | Dosen Tegur Mahasiswa di Siaran Langsung Dato 2

Regional
Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Menkominfo Ungkap Dasar Hukum Pembatasan Internet di Papua

Regional
Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Ini Kronologi Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sampang, Madura

Regional
Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Gara-gara Pulang Telat, Siswi SMK Disetrika Bibi Kandung

Regional
Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Basarnas: Jumlah Penumpang KM Santika Nusantara yang Terbakar Melebihi Manifes

Regional
Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Ditangkap Berburu di Cagar Alam Raja Ampat, 11 Orang Akhirnya Dibebaskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X