Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Di Semarang, Puan Pesan Agar Pancasila Jadi Pedoman Pembangunan

Kompas.com - 26/07/2019, 20:20 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani. Dok. Pemkot SemarangMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani.

KOMPAS.com – Keahlian memang diperlukan, namun bila tanpa landasan jiwa yang besar maka tidak akan mungkin sebuah tujuan dapat tercapai.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(PMK) Republik Indonesia Puan Maharani saat kunjungan ke Kota Semarang, Jumat (26/7/2019).

“Inilah perlunya, sekali lagi mutlak perlunya nation and character building," tegas Puan.

Bahkan ditegaskan politikus PDI-P tersebut, dalam konteks pembangunan karakter bangsa, Pancasila dan nilai gotong royong harus ada di dalamnya.

Baca juga: Cak Imin: Mbak Puan Ketua DPR, Insya Allah Saya Ketua MPR

Dengan begitu, pembangunan karakter manusia dan kebudayaan Indonesia dapat diarahkan.

Lebih lanjut Puan mengatakan, Indonesia merupakan bangsa besar dengan 714 suku, dan 1.100 bahasa yang disatukan dalam Pancasila.

Untuk itu, dalam membangun manusia dan kebudayaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, perlu adanya beberapa strategi kebijakan, seperti memperkuat budaya inklusif, toleran, dan ber-bhinneka tunggal ika.

Baca juga: Habibie: Pancasila dan UUD 1945 adalah Aset Bangsa

"Ini agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia akan memiliki karakter dan kemampuan daya saing dalam menghadapi kemajuan teknologi, industri dan keterbukaan informasi," kata dia.

Selain itu, ucap dia, perlu juga membudayakan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong dalam setiap kehidupan bermasyarakt. Kemudian mengembangkan kebudayaan untuk kesejahteraan rakyat dan kelestarian kebudayaan nasional.

Adapun kehadiran Puan ke Kota Lumpia tersebut dalam rangka memenuhi undangan dari Universitas Diponegoro untuk menjadi pembicara kunci Seminar Nasional dengan tema Manusia dan Politik Kebudayaan.

Ia hadir di sana didampingi Gubernur, Bupati, Wali kota se-Jawa Tengah, serta civitas akademika.

Baca juga: 5 Taman Rekreasi Anak di Sekitar Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Dikesempatan yang sama, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang juga hadir dalam acara itu sepakat dengan apa yang dipaparkan oleh Menko PMK RI tersebut.

“Seperti beliau sampaikan, pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan gotong royong adalah mutlak diperlukan,” urai Hendi, sapaan akrab Wali Kota tersebut. 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya