Banding Ditolak, 5 Komisioner KPU Palembang Mulai Jalani Vonis

Kompas.com - 26/07/2019, 12:13 WIB
Lima Komisioner KPU Palembang ketika menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Jumat (26/7/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRALima Komisioner KPU Palembang ketika menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Jumat (26/7/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Banding yang diajukan oleh lima komisioner KPU Palembang terkait tindak pidana pemilu lantaran telah menghilangkan hak suara masyarakat dalam pemilu, ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Palembang, Sumsel, Jumat (26/7/2019).

Plt Humas PT Palembang Herdi Agusten mengatakan, putusan majelis hakim tersebut telah dinyatakan final sehingga para terdakwa tak bisa lagi melakukan upaya hukum lainnya.

"Ini sudah putusan final, gugatan dari para terdakwa ditolak," kata Herdi saat dikonfirmasi.

Baca juga: Hilangkan Hak Pilih, 5 Komisioner KPU Palembang Divonis 6 Bulan Penjara

Dalam sidang tersebut, majelis hakim menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Palembang yang mana sebelumnya telah menjatuhkan vonis dengan hukuman enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun dan denda Rp 10 juta serta subsider satu bulan penjara.

Dalam vonis tersebut, lima komisioner KPU Palembang secara sah terbukti telah melanggar Pasal 554 Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu karena telah menghilangkan hak pilih warga saat Pemilu 2019.

Herdi menjelaskan, majelis hakim juga melakukan beberapa koreksi vonis yang dijatuhkan oleh PN Palembang. Vonis yang sebelumnya disebutkan bahwa para terdakwa bersama-sama menghilangkan hak pilih warga, diubah menjadi turut serta.

"Pada prinsipnya pengadilan tinggi menguatkan putusan pengadilan negeri, hanya diperbaiki kualifikasinya saja, yang lain tidak diubah. Kualifikasi itu dari bersama-sama menjadi turut serta, hanya itu saja," ujarnya.

Setelah hasil gugatan banding itu diputuskan hakim, PT Palembang akan meneruskan surat putusan ke PN Klas 1A Palembang.

"Secepatnya hasil putusan ini diberikan Pengadilan Negeri Palembang. Mereka yang akan memberitahukan semua pihak terkait putusan ini, putusan ini sudah final," jelasnya.

Baca juga: Ilham Saputra Tegaskan Dirinya Masih Komisioner KPU Meski Dicopot dari Ketua Divisi

Kuasa hukum para komisioner KPU Palembang, Rusli Bastari mengaku menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh PT Palembang.

"Kita hormati, langkah lain tidak ada lagi kita menerima putusan itu. Sekarang status klien kami masih non-aktif sebagai komisioner KPU Palembang," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim PN Palembang menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun dan denda Rp 10 juta serta subsider satu bulan penjara terhadap lima komisioner KPU Palembang yang menjadi terdakwa kasus penghilangan hak pilih.

Dalam vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Erma Suharti, lima komisioner KPU Palembang itu terbukti melakukan tindak pidana pemilu dengan menghilangkan hak pilih warga saat Pemilu 17 April seperti yang diatur dalam Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu.

5 komisioner KPU Palembang tidak ditahan jika selama setahun masa percobaan tidak melakukan tindak pidana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

UMK 2021 Kepri Ditetapkan, Tertinggi di Batam, Terendah di Tanjungpinang

Regional
Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Usai Acara Tur ke Bromo, 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19

Regional
KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

KPK Ajukan 600 Izin Penyadapan, buat Pantau Pilkada hingga Anggaran Covid-19

Regional
Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Dipanggil Polda Jabar soal Rizieq Shihab, Bupati Bogor Ade Yasin: Saya Sakit...

Regional
Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Dinkes Salatiga Sebut Penambahan Kasus Covid-19 karena Gencar Tracing Kontak

Regional
Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Kapolsek di Sulut Sampai Ikut Makamkan Pasien Reaktif Rapid Test yang Ditolak Warga

Regional
Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Warga Papua Nugini Diduga Dalang Kaburnya 14 Tahanan di Polresta Jayapura

Regional
Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Ayah Patahkan Tangan Anak 2 Tahun, gara-gara Korban Rewel Ganggu Tidur

Regional
Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Plengsengan Jembatan Kedung Kandang Malang Ambrol, Anggota DPRD: Langganan Longsor

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ganjar Usul Libur Bersama Akhir Tahun Ditiadakan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X