Ibu Rumah Tangga Terlibat Perdagangan Orang, Ubah Dokumen Calon TKI

Kompas.com - 26/07/2019, 06:23 WIB
Kanit Tindak Pidana Perdagangan Orang Subdit IV Renakta Direskrim Umum Polda NTT AKP Tatang P Panjaitan dan Ipda Viktor Nenotek sedang menunjukan paspor para calon tenaga kerja, Kamis (25/7/2019) SIGIRANUS MARUTHO BEREKanit Tindak Pidana Perdagangan Orang Subdit IV Renakta Direskrim Umum Polda NTT AKP Tatang P Panjaitan dan Ipda Viktor Nenotek sedang menunjukan paspor para calon tenaga kerja, Kamis (25/7/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur atau NTT menangkap dan menahan seorang ibu rumah tanggal berinisial FM (53), karena terlibat kasus perdagangan manusia.

Kanit Tindak Pidana Perdagangan Orang Subdit IV Renakta Direskrim Umum Polda NTT AKP Tatang P Panjaitan, mengatakan FM adalah warga Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Baca juga: Ke Pontianak, Menlu Bertemu 7 Korban Perdagangan Orang

Selain FM lanjut Tatang, pihaknya juga menangkap tiga orang lainnya yakni YNT (27), AL (42) dan DKW (42).

"Empat orang ini kami tangkap karena memalsukan dokumen sembilan orang calon tenaga kerja asal Kabupaten Sumba Timur yang hendak dipekerjakan ke Malaysia,"ungkap Tatang dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Kamis (25/7/2019).

Tatang yang didampingi Pejabat Humas NTT Ipda Viktor Nenotek, menyebut, sembilan calon pekerja itu masih berusia di bawah 21 tahun. Namun, pada kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan akta kelahiran usia mereka diubah.

Sembilan calon tenaga kerja itu yakni Labse Dorita Maramba Meha, Herlince Tamu Ina, Jeni Yaku Danga dan Narwasti Dara Rewo, Erna Kariri Hara, Sunarti Padu Lemba, Maria Kakeri Hara, Marlin Loda Wahak, dan Orvin Tatu Ridja.

Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, para korban ini ditampung di Kupang.

FM kata Tatang adalah koordinator PT Bukit Mayak Asri (Perusahaan jasa tenaga kerja) di Kabupaten Sumba Timur, sedangkan YNT, AL dan DKW adalah petugas lapangan yang merekrut sembilan calon tenaga kerja itu.

"Para korban yang rata-rata baru tamat SMA dan belum berusia 21 tahun, direkrut untuk dipekerjakan ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga dengan iming-iming gaji sebesar 1.200 RM atau sekitar Rp 4,4 juta per bulan,"ungkap Tatang.

Baca juga: Dua Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap, Korbannya Terancam Lumpuh Dianiaya Majikan

Dokumen para korban ini, lanjut Tatang, diubah di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumba Timur.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

Regional
Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Regional
Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Regional
Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

Regional
Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Regional
Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Regional
Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Regional
Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X