Kompas.com - 25/07/2019, 22:02 WIB
Dinas Damkar Kota Makassar saat memadamkan kapal patroli Polair Polda Sulsel, yang meledak daterbakar, Rabu (24/7/2019). Dok Dinas Damkar kota Makassar Dinas Damkar Kota Makassar saat memadamkan kapal patroli Polair Polda Sulsel, yang meledak daterbakar, Rabu (24/7/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin mengatakan, dugaan awal penyebab meledaknya kapal patroli Polair Polda Sulsel, karena genset yang rusak.

Ledakan terjadi pukul 16.30 Wita setelah pengisian bahan bakar kapal.

"Kasus ini terjadi kemarin pukul 16.30 Wita. Jadi setelah pengisian bahan bakar kemudian terjadi kemacetan pada genset. Saat genset dihidupkan terjadi ledakan," ujar Hamidin, Kamis (25/7/2019).

Baca juga: Kapal Patroli Polair Polda Sulsel Meledak, 1 Polisi Tewas, 1 Lainnya Patah Tulang

Hamidin mengatakan, keterangan ini diperoleh dari salah satu korban ledakan.

Sebelum ledakan terjadi, kondisi tangki kapal sedang penuh setelah pengisian bahan bakar. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya kepada tim Labfor untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. 

Mantan Direktur Pencegahan BNPT ini juga menyebut kapal yang terbakar ini merupakan alat yang baru didatangkan di Direktorat Polair. Kapal tersebut sempat beroperasi saat mencari korban kapal tenggelam beberapa waktu lalu.  

"Jadi sekarang kami lanjutkan dimana titik api mulai, apakah dari genset atau tempat lain. Kondisi kapal sedang terisi penuh karena habis diisi dengan bahan bakar," ujarnya. 

Baca juga: Kapal Patroli Polair Polda Sulsel Meledak

Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal patroli milik Direktorat Kepolisian Perairan (Polair) Polda Sulsel tiba-tiba meledak dan terbakar saat disandarkan di dermaga milik Dit Polair di Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Bulogadung, Kecamatan Ujungpandang, Makassar, Rabu (24/7/2019).

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin mengatakan, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 16.40 Wita. Pihaknya awalnya kesulitan memadamkan api kapal berisibahan bakar minyak (BBM). 

Satu anggota kepolisian bernama AKP Tombong dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan kapal patroli tersebut. Sementara satu anggota polisi lainnya yang berada di atas kapal bernama Brigpol Syamsuddin masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, karena menderita patah tulang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X