Puskesmas di Boyolali Sudah 2 Kali Tertabrak Truk dengan Rem Blong

Kompas.com - 25/07/2019, 16:52 WIB
Kepala Puskesmas Mojosongo, dr Nur Indah Ekowati di Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Puskesmas Mojosongo, dr Nur Indah Ekowati di Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019).

 

BOYOLALI, KOMPAS.com - Kecelakaan truk diduga karena rem blong menabrak bangunan Puskesmas Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah sudah yang kedua kalinya terjadi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Mojosongo, dr Nur Indah Ekowati ditemui di Puskesmas Mojosongo Jalan Raya Boyolali-Semarang Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (25/7/2019).

"Kecelakaan truk menabrak Puskesmas Mojosongo ini yang kedua kalinya. Dulu pernah truk tronton akhir tahun 2016," kata Indah.

Baca juga: Korban Tewas Truk Kontainer Tabrak Puskesmas Akan Ujian Skripsi Hari Ini

Indah menilai, kejadian truk diduga rem blong menabrak Puskesmas Mojosongo yang cukup parah terjadi hari ini.

Selain membuat bangunan Puskesmas rusak, juga mengakibatkan seorang korban meninggal.

Korban meninggal tersebut adalah Irza Laila Nur Trisna Winandi (21) atau biasa dipanggil Icha anak dari salah satu bidan Puskesmas Mojosongo.

Korban saat itu sedang berada di parkiran tertabrak truk tersebut.

"Kerusakan ini tadi mulai dari pintu masuk puskesmas, sisi gedung utama, musala, dan ruang tindakan mulai dari atap sampai genteng," jelas dia.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Puskesmas di Boyolali, 1 Tewas

Indah menambahkan untuk sementara pelayanan kesehatan Puskesmas Mojosongo ditutup. Masyarakat bisa melakukan pengobatan atau pemeriksaan kesehatan ke Poliklinik Kesehatan Desa atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Secepatnya kami akan bersihkan terutama untuk ruangan induk Puskesmas. Kemudian ruang tindakan kami tutup dulu karena ada genteng yang mau lepas jadi berisiko. Jadi keamanan pasien kita utamakan," tandasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Ledakan di Pabrik Bioethanol, 10 Pekerja Terluka dan 1 Meninggal

Detik-detik Ledakan di Pabrik Bioethanol, 10 Pekerja Terluka dan 1 Meninggal

Regional
Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Pulang Kampung Setelah Setahun Merantau, Pasutri Asal Tegal Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali

Regional
Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Enam Warga Tegal Jadi Korban Tewas di Tol Cipali

Regional
Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Rumah Warga Rusak akibat Guncangan Ledakan di Pabrik Bioethanol Mojokerto

Regional
Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Diancam Pistol dan Hendak Diperkosa Anaknya, Ibu Ini Kabur ke Kantor Polisi dan Sempat Ditembaki

Regional
Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Ratusan Pekerja Seni Demo di Depan DPRD Gresik, Tuntut Diizinkan Beraktivitas

Regional
PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

PAN Usung Kader PDI-P dalam Pilkada Sleman

Regional
Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Mobil Pecah Ban Masuk Parit di Tol Ngawi–Solo, 2 Penumpang Tewas

Regional
Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Alasan Kesehatan, PDI-P Wonogiri Usul Ganti Cawabup untuk Pilkada 2020

Regional
Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Nama Gus Ipul Muncul di Bursa Calon Wali Kota Pasuruan, PKB: Dari Arus Bawah

Regional
Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Pria Ini Tikam Kekasih hingga Tewas, Diduga karena Cemburu

Regional
48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

48 ASN Positif Covid-19, Pemkot Mataram Antisipasi Penularan Klaster Perkantoran

Regional
Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Dilaporkan karena Cabuli Anak Tiri, Pria Ini Kabur dan Sembunyi di Kebun

Regional
Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Kewalahan Atasi Kebakaran Pasar di Cianjur, Petugas Damkar Dilarikan ke Puskesmas

Regional
Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Wali Kota Meninggal, Perkantoran di Banjarbaru Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X