Beredar Poster "Lari Menuju Kematian", UGM Pastikan Tak Terlibat

Kompas.com - 25/07/2019, 09:29 WIB
Poster kegiatan marathon UGM BTN DEATH Marathon Lari menuju kematian dengan start dari Tugu Tani Jakarta dan finish di Alun-alun Nganjuk. UGM memastikan kegiatan ini hoax KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPoster kegiatan marathon UGM BTN DEATH Marathon Lari menuju kematian dengan start dari Tugu Tani Jakarta dan finish di Alun-alun Nganjuk. UGM memastikan kegiatan ini hoax

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Beredar sebuah poster lari marathon UGM BTN DEATH Marathon " Lari Menuju Kematian" dengan start dari Tugu Tani Jakarta dan finish di Alun-alun Nganjuk. 

Di poster tertulis kegiatan marathon ini digelar pada 1-30 Agustus 2019.

Saat dikonfirmasi, Kabag Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada Iva Ariani memastikan bahwa UGM tidak pernah mengelar kegiatan seperti di dalam poster tersebut.

Baca juga: Run to Care Ultra Marathon Siap Digelar untuk Ketiga Kalinya

"Kami sampaikan Universitas Gadjah Mada tidak pernah menyelenggarakan kegiatan tersebut," ujar Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani saat dihubungi lewat WhatsApp (WA), Kamis (25/7/2019)

Di poster kegiatan marathon tersebut mencatut nama Universitas Gadjah Mada (UGM). Di pojok bawah kanan poster yang beredar terdapat beberapa logo lembaga, di antaranya logo  BTN dan UGM.

Iva menegaskan, bahwa kegiatan yang ada di poster tidak ada hubunganya dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

KPU Sulut Tetapkan 3 Paslon Bertarung di Pilkada 2020

Regional
11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

11 Kepala Daerah di Sumut Cuti Ikut Pilkada, 11 Pjs Dilantik

Regional
Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Unggahan Penyebab Rusuh di Kendari Ternyata Berawal Pria Sakit Hati dengan Mantan Istri

Regional
Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Bakal Cabup Positif Covid-19, Komisioner dan Staf KPU Malang Jalani Rangkaian Tes

Regional
Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Aceh

Regional
BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

BNPB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sukabumi, Akibat Sedimentasi Sungai dan Hujan Lebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X