Duduk Perkara Siswa MAN I Sukabumi Bentangkan Bendera Mirip HTI

Kompas.com - 24/07/2019, 22:27 WIB
Sejumlah pelajar keluar pintu gerbang MAN 1 di Jalan Sukabumi-Bogor, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah pelajar keluar pintu gerbang MAN 1 di Jalan Sukabumi-Bogor, Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Foto sejumlah pelajar MAN 1 Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di antaranya sambil memegang dan membentangkan dua bendera tauhid sempat viral di media sosial akhir pekan lalu.

Pemotretan para siswa-siswi dalam foto tersebut berlangsung di halaman MAN 1 yang beralamat di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Pamuruyan, Kecamatam Cibadak. Diketahui foto itu diambil pada Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

Namun ada sejumlah netizen dalam media sosialnya mengomentari foto dengan menampilkan bendera tauhid itu identik dengan simbol organisasi masyarakat (ormas) terlarang, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Baca juga: Bahar bin Smith Cium Bendera Merah Putih Usai Divonis

Meskipun demikian, banyak pula netizen yang memberikan dukungan dan meyakini bahwa dua bendera yang dibentangkan itu merupakan panji Rasulullah. Tidak ada hubungan dan kaitan dengan organisasi terlarang di Indonesia.

Kepala MAN 1 Sukabumi, Pahirudin membenarkan bahwa para pelajar yang ada di dalam foto tersebut merupakan siswa-siswinya tergabung Keluarga Harapan Remaja Islam Masjid Al Ikhlas "Kharisma". Foto dibuat untuk menarik minat siswa baru mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Kharisma.

"Kharisma ini merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di bawah Klinik Quran. Di sekolah kami ini, selain Kharisma ada ekskul lainnya mulai Pramuka, PMR hingga olahraga," kata Pahirudin saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Rabu (24/7/2019) siang.

Terkait dengan foto bendera mirip simbol HTI yang viral, Pahirudin menjelaskan, berdasarkan keterangan para siswa, foto itu diambil pada Jumat (19/7/2019) pukul 07.00 WIB. Pemotretan dilakukan spontan para siswa untuk promosi ekskulnya kepada siswa baru tanpa sepengetahuan guru.

"Dua bendera panji berkalimat tauhid itu dibawa seorang siswa dari rumahnya. Saat ditanya, siswa itu hanya mengetahui bila bendera itu merupakan panji Rasulullah," jelas Kepala MAN 1 Sukabumi yang baru dua tahun menjabat

Alasannya membawa bendera tauhid itu, karena Kharisma tidak mempunyai lambang kebanggaan. Mereka juga ingin memperkenalkan ekskul Kharisma kepada siswa baru agar tertarik. Lalu pagi-pagi itu mereka difoto bersama secara spontan dan disebar antar-anggota.

Saat bersamaan, dia melanjutkan, para wali kelas sedang berada di dalam kelas masing-masing memberikan pembinaan, terutama kepada siswa baru kelas X karena akan dilaksanakan pengenalan ekskul. Sedangkan para wakil kepala (waka) rapat bersama dirinya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X