Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Kompas.com - 24/07/2019, 09:09 WIB
Yosep Tahir Maruf, Paduka Yang Mulia Yotama Uti Gorontalo XVII Sultan Kerajaan Bubohu di Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo bersama merpati kesayangannya ROSYID A AZHARYosep Tahir Maruf, Paduka Yang Mulia Yotama Uti Gorontalo XVII Sultan Kerajaan Bubohu di Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo bersama merpati kesayangannya

“Daratan Gorontalo ini adalah negeri para raja, setiap orang peduli dengan karya leluhurnya dan berusaha menata kembali sejarah dan ingatan lama seperti kami merekonstruksi Bubohu,” jelas Yosep Tahir Maruf.

Baca juga: Saat Sri Sultan HB X Menolak Diberi Kayu Jati Ukuran Besar

Lebih dari 20 tahun Yosep Tahir Maruf menata kampung halamannya di tepi Teluk Tomini dengan konsep kemandirian.

Dokumen di Negeri Belanda ia kumpulkan, tradisi lisan dan adat terus dilestarikan dan melakukan dokumentasi sepanjang ia berkarya.

“Kami bangga menjadi bagian dari masa lalu Bubohu Bongo dan akan terus merawat negeri ini,” ujar Hasan Rahim, warga Desa Bongo.

Hasan Rahim menambahkan, kemandirian yang dilakukan untuk melawan keterbatasan alam diwujudkan dengan mendorong kreatifitas masyarakatnya, salah satunya adalah mengemas perayaan Walima atau Maulid Nabi Muhammad.

Tradisi ini dibuat unik dengan mempertahankan gaya lama, warga desa mengusung kue kolombengi dalam tolanga (usungan kayu) yang unik, setiap keluarga membawa ke masjid tua At-Taqwa untuk didoakan sebelum disedekahkan kepada masyarakat.

“Arak-arakan Walima ini telah menjadi agenda tahunan pariwisata Gorontalo, ribuan orang akan datang ke desa kami,” ujar Hasan Rahim.

Untuk mempopulerkan tradisi tua ini, Yosep Tahir Maruf menggandeng Masyarakat Fotografi Gorontalo (MFG) sebuah komunitas fotografer kaum muda untuk mengeksplor desanya, dengan foto dan video di media sosial pada tahun 2011 lalu desa ini mulai dikenal secara luas dan mengalami booming pariwisata.

Seperti pelita yang menyinari kegelapan, Sultan Yosep Tahir Maruf telah memberi contoh bagaimana kaum muda harus bergerak dan mandiri dalam keterbatasan. Yosep Tahir Maruf mengajak kaum muda untuk bertindak nyata di lingkungannya. Ia berharap ada banyak anak muda yang mampu membangun daerahnya sebagai kontribusi nyata membangun peradaban Indonesia.

Sultan Yosep Tahir Maruf mangkat dengan meninggalkan banyak karya dan teladan. Dari desa tandus yang terisolir ia mengajarkan kaum muda untuk mandiri dan bertindak di lingkungan masing-masing.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X