25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Kompas.com - 24/07/2019, 08:42 WIB
Serka Ahmad Sodikin (paling kanan) bersama Mak Aroh dan anaknya bersama Danramil Tarogong Kapten Inf Deddy Saefulloh ARI MAULANA KARANGSerka Ahmad Sodikin (paling kanan) bersama Mak Aroh dan anaknya bersama Danramil Tarogong Kapten Inf Deddy Saefulloh

GARUT, KOMPAS.com – Serka Ahmad Sodikin, Babinsa Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, tampaknya patut jadi panutan. Meski hidup sederhana sebagai anggota TNI. Ahmad Sodikin masih mau berbagi harta miliknya untuk orang yang tidak mampu.

Aroh Juharoh (63), janda tua dengan satu anak, tetangga dari Ahmad Sodikin.

Aroh, yang biasa dipanggil Mak Aroh, sudah 25 tahun lebih menempati sebuah gubuk tua di Kampung Tegal Jambu Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler.


Gubuk tua tersebut, dahulu memang milik Mak Aroh, namun dijual oleh Mak Aroh. Namun, Mak Aroh tak bisa lagi membeli rumah baru. Sementara, uang hasil penjualan rumah habis.

Baca juga: Tangis Haru Nenek Wa Musaani, Dukun Beranak yang Naik Haji Setelah Menabung 31 Tahun

Untungnya, tetangga yang membeli rumah Mak Aroh masih mau meminjamkan rumah tersebut untuk Mak Aroh dengan kondisi seadanya.

Setelah 25 tahun menempati rumah pinjaman yang kondisinya seadanya. Serka Ahmad Sodikin merasa iba melihat kondisi Mak Aroh yang sudah tua. Karenanya, dirinya pun merelakan tanah miliknya seluas 56 meter persegi untuk dibangun rumah baru bagi Mak Aroh.

“Di usia tuanya, Mak Aroh yang matanya mengalami gangguan butuh istirahat ditempat yang layak, makanya saya hibahkan tanah saya, cukup untuk membangun rumah sederhana yang layak huni,” kata Ahmad Sodikin yang sehari-hari berdinas di Koramil 1111 Tarogong.

Ahmad Sodikin menuturkan, sebagai tetangga dirinya merasa prihatin melihat kehidupan sehari-hari Mak Aroh, apalagi lima tahun belakangan setelah suaminya meninggal. Mak Aroh tinggal di gubuk tua tersebut bersama seorang anaknya.

Saat ini, untuk membangun rumah sudah ada bantuan dari anggota Koramil dan juga warga. Dirinya pun berharap ada bantuan dari mereka yang mau peduli.

Danramil 111 Kapten Inf Deddy Saefulloh mengakui, ada anggotanya yang berani menghibahkan tanah untuk tetangganya yang tidak mampu. Saat ini, dirinya bersama anggota Koramil Tarogong dan Kodim 0611 Garut pun ikut membantu membangun rumah untuk Mak Aroh.

“Biar cepat selesai, kita cari donatur juga, lahannya sudah dipondasi oleh warga,” jelas Dedi.

Baca juga: Kisah Nenek Rabina, Tinggal di Gubuk Reot Makan dan Tidur Bersama 8 Kucing

Selain membantu membangun rumah tersebut, menurut Deddy, pihaknya juga akan mengurusi sertifikat rumah baru untuk Mak Aroh.

Dirinya berharap, pembangunan rumah dapat segera diselesaikan agar Mak Aroh bisa segera menempati tempat yang layak.

Mak Aroh sendiri, tinggal di gubuk tua berukuran 4 x 5 meter tersebut bersama satu orang anak, dua cucu dan dua cicit. Untuk bertahan hidup sehari-hari, Mak Aroh sekeluarga mengandalkan penghasilan dari menjual kerupuk kulit yang dilakukan oleh Nunung (47) anaknya.

Nunung, menurut Mak Aroh, biasa berjualan kerupuk kulit di tempat-tempat wisata di kawasan Cipanas dan Tarogong. Nunung menurut Mak Aroh, biasa mengambil kerupuk kulit siap jual dari pabrik kerupuk kulit di Kecamatan Leles. 

Mak Aroh mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan tanah dari Ahmad Sodikin yang dikenalnya sebagai Pak Sodik. Apalagi, saat ini Pak Sodik bersama anggota TNI lainnya tengah berupaya membangun rumah diatas tanah pemberian Pak Sodik.

Mak Aroh menceritakan, rumah yang saat ini ditempatinya memang sudah rusak di beberapa tempat. Jika hujan turun, beberapa bagian rumahnya pun bocor. Sementara, untuk memperbaikinya dirinya tidak punya cukup uang.

“Kalau bantuan sih ada, beras sama biaya sekolah, makanya Alhamdulillah sekarang ada bantuan rumah dari Pak Sodik,” katanya.

Selain bocor jika hujan, rumah yang ditempati Mak Aroh, juga tidak memiliki fasilitas MCK. Makanya, menurut Mak Aroh, untuk keperluan MCK dirinya bersama anak dan cucunya menggunakan fasilitas MCK umum yang ada di kampungnya.

Baca juga: Kisah Mak Tiyah, Bertahan Menempati Rumah Panggung di Zona Merah Tanah Bergerak

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz yang dihubungi terpisah mengakui telah menerima laporan soal anggotanya yang menghibahkan tanah miliknya untuk janda tua dan jajaran Koramil Tarogong yang tengah berupaya membangunkan rumahnya. Karenanya, pihaknya pun saat ini ikut membantu membangunkan rumah untuk Mak Aroh.

“Kami bantu bahan bangunannya, semoga saat Idul Adha nanti sudah bisa ditempati, targetnya 30 hari selesai dibangun,” jelas Asyraf.

Selain soal tempat tinggal, menurut Asyraf dirinya juga menerima laporan soal masalah ekonomi yang dihadapi keluarga Mak Aroh. Keluarga tersebut, menurut Asyraf hanya mengandalkan hasil jualan kerupuk kulit anaknya.

“Kita juga akan berupaya cari solusi untuk masalah ekonominya, makanya kita ajak juga para donatur membantu Mak Aroh, bisa untuk buat usaha keluarga mereka, kan Mak Aroh kondisinya juga sudah susah melihat,” katanya. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X