25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Kompas.com - 24/07/2019, 08:42 WIB
Serka Ahmad Sodikin (paling kanan) bersama Mak Aroh dan anaknya bersama Danramil Tarogong Kapten Inf Deddy Saefulloh ARI MAULANA KARANGSerka Ahmad Sodikin (paling kanan) bersama Mak Aroh dan anaknya bersama Danramil Tarogong Kapten Inf Deddy Saefulloh

“Biar cepat selesai, kita cari donatur juga, lahannya sudah dipondasi oleh warga,” jelas Dedi.

Baca juga: Kisah Nenek Rabina, Tinggal di Gubuk Reot Makan dan Tidur Bersama 8 Kucing

Selain membantu membangun rumah tersebut, menurut Deddy, pihaknya juga akan mengurusi sertifikat rumah baru untuk Mak Aroh.

Dirinya berharap, pembangunan rumah dapat segera diselesaikan agar Mak Aroh bisa segera menempati tempat yang layak.

Mak Aroh sendiri, tinggal di gubuk tua berukuran 4 x 5 meter tersebut bersama satu orang anak, dua cucu dan dua cicit. Untuk bertahan hidup sehari-hari, Mak Aroh sekeluarga mengandalkan penghasilan dari menjual kerupuk kulit yang dilakukan oleh Nunung (47) anaknya.

Nunung, menurut Mak Aroh, biasa berjualan kerupuk kulit di tempat-tempat wisata di kawasan Cipanas dan Tarogong. Nunung menurut Mak Aroh, biasa mengambil kerupuk kulit siap jual dari pabrik kerupuk kulit di Kecamatan Leles. 

Mak Aroh mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan tanah dari Ahmad Sodikin yang dikenalnya sebagai Pak Sodik. Apalagi, saat ini Pak Sodik bersama anggota TNI lainnya tengah berupaya membangun rumah diatas tanah pemberian Pak Sodik.

Mak Aroh menceritakan, rumah yang saat ini ditempatinya memang sudah rusak di beberapa tempat. Jika hujan turun, beberapa bagian rumahnya pun bocor. Sementara, untuk memperbaikinya dirinya tidak punya cukup uang.

“Kalau bantuan sih ada, beras sama biaya sekolah, makanya Alhamdulillah sekarang ada bantuan rumah dari Pak Sodik,” katanya.

Selain bocor jika hujan, rumah yang ditempati Mak Aroh, juga tidak memiliki fasilitas MCK. Makanya, menurut Mak Aroh, untuk keperluan MCK dirinya bersama anak dan cucunya menggunakan fasilitas MCK umum yang ada di kampungnya.

Baca juga: Kisah Mak Tiyah, Bertahan Menempati Rumah Panggung di Zona Merah Tanah Bergerak

Dandim 0611 Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz yang dihubungi terpisah mengakui telah menerima laporan soal anggotanya yang menghibahkan tanah miliknya untuk janda tua dan jajaran Koramil Tarogong yang tengah berupaya membangunkan rumahnya. Karenanya, pihaknya pun saat ini ikut membantu membangunkan rumah untuk Mak Aroh.

“Kami bantu bahan bangunannya, semoga saat Idul Adha nanti sudah bisa ditempati, targetnya 30 hari selesai dibangun,” jelas Asyraf.

Selain soal tempat tinggal, menurut Asyraf dirinya juga menerima laporan soal masalah ekonomi yang dihadapi keluarga Mak Aroh. Keluarga tersebut, menurut Asyraf hanya mengandalkan hasil jualan kerupuk kulit anaknya.

“Kita juga akan berupaya cari solusi untuk masalah ekonominya, makanya kita ajak juga para donatur membantu Mak Aroh, bisa untuk buat usaha keluarga mereka, kan Mak Aroh kondisinya juga sudah susah melihat,” katanya. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Perjuangan Wanita di Kupang Melahirkan 3 Bayi Kembar, Suami Menghilang Tanpa Kabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X