Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Kompas.com - 24/07/2019, 08:00 WIB
Ilustrasi KPK. Tribun Jabar/Gani KurniawanIlustrasi KPK.

Tidak saja menggeledah kediaman Gubernur Kepri non aktif ini, petugas KPK terlihat juga menggeledah mobil pribadi Nurdin Basirun yang terparkir di halaman rumahnya.

Baca juga: OTT Gubernur Kepri, KPK Bongkar Paksa Pintu Rumah Nurdin Basirun

2. Usai penggeledahan, KPK bawa satu koper dan tas ransel

KPK membawa satu koper dan satu tas ransel keluar dari rumah Nurdin Basirun di Tanjungbalai Karimun, Selasa.

Barang-barang tersebut diduga terkait dengan penggeledahan yang dilakukan KPK di kediaman Nurdin.

"Sudah dua yang dibawa, satu koper dan satu tas ransel. Keduanya isi penuh, petugas KPK seperti susah ngangkatnya," kata warga yang menyaksikan di sekitar kediaman pribadi Nurdin.

Sebelumnya, seorang anggota Provos Polres Karimun yang melakukan pengawalan membenarkan bahwa orang-orang yang datang ke rumah Nurdin adaalah petugas KPK yang sedang melakukan penggeledahan.

Baca juga: Geledah Rumah Gubernur Kepri, KPK Bawa Satu Koper dan Tas Ransel

3. KPK juga geledah rumah ajudan Nurdin

Di Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Non Aktif dan Kock MengHADI MAULANA Di Batam, KPK Gelegah Rumah Ajudan Staf Gubernur Kepri Non Aktif dan Kock Meng
Tidak saja kediaman pribadi Nurdin Basirun dan ruang Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri yang digeledah KPK.

Tim KPK, pada hari yang sama, juga menggeledah rumah ajudan Gubernur Kepri nonaktif, Juniarto yang berada di kawasan rumah elite Angrek Sari 2 Batam Centre, Batam.

Hal ini dibenarkan Ketua Rukun Tetangga (RT) 003 RW 019 Kelurahan Baloi, Batam Centre, Batam, Agus Wibowo.

Melalui sambungan telepon selulernya, Agus mengatakan, sebelumnya ada pemberitahuan kepada perangkat RT untuk penggeledahan oleh KPK.

"Setahu saya jabatannya ajudan, tapi tidak tahu juga sekarang," kata Agus melalui telepon, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: OTT Gubernur Kepri, Suporter Klub Sepak Bola Galang Dukungan untuk Nurdin Basirun

4. Febri: Diduga nilai gratifikasi yang diterima capai Rp 6,1 miliar

Jubir KPK Febri Diansyah, Rabu (19/7/2017).Kompas.com/Robertus Belarminus Jubir KPK Febri Diansyah, Rabu (19/7/2017).

Febri Diansyah menyampaikan, nilai gratifikasi yang diduga diterima oleh Nurdin Basirun sekitar Rp 6,1 miliar.

Jumlah tersebut merupakan hasil perhitungan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing yang disita penyidik KPK saat menggeledah rumah Nurdin sebanyak dua kali.

"Jadi uang itu kami temukan dan itulah kemudian yang kami duga berasal dari gratifikasi. Persisnya terkait apa saja secara rinci tentu belum dapat kami sampaikan saat ini. Secara umum kami sampaikan gratifikasi itu berhubungan dengan jabatannya," kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

Sumber: KOMPAS.com (Dylan Aprialdo Rachman, Hadi Maulana)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X