Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 24/07/2019, 07:03 WIB
Ilustrasi bayi Roman Sorkin/ShutterstockIlustrasi bayi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang bayi berumur 9 bulan berinisial A meninggal diduga karena tak mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar. Bayi A meninggal dunia di perjalanan saat mencari rumah sakit lain. 

Bibi A, Ica mengatakan, peristiwa itu bermula ketika keluarga A membawa bayi tersebut ke RSUD Daya karena mengalami dehidrasi pasca-diare, Senin (22/7/2019) sekitar pukul 04.00 Wita.

A dan keluarganya tinggal di Jalan Dg Romang, Kecamatan Biringkanaya.

Saat tiba di IGD RSUD Daya, A sempat diperiksa oleh dokter di sana. Namun, pihak rumah sakit meminta keluarga A untuk mencari rumah sakit lain karena ruang IGD di rumah sakit itu penuh. 

"Suhu tubuhnya sempat diukur sama perawat dan saat itu suhunya mencapai 38 derajat. Setelah itu mereka meminta untuk dibawa ke rumah sakit lain. Padahal neneknya sudah memohon supaya A mendapatkan penanganan dulu di Daya," kata Ica, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Seorang Penjual Air Minum Tewas Ditembak Sopir Truk di Palembang

Karena tak bisa dirawat di IGD RSUD Daya, keluarga membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Tajuddin Makassar yang jaraknya dekat dengan RSUD Daya.

Namun, di tengah perjalanan, bayi itu meninggal dunia. Nyawanya tak tertolong usai tiba di Rumah Sakit Tajuddin Makassar.  

"Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas. Hanya kami menyayangkan sikap RSU Daya yang menolak pasien. Padahal anak ini sudah memerlukan penanganan medis," ujar Ica. 

"Jangan sampai ini menjadi kebiasaan rumah sakit, yang menolak pasien karena alasan kamar full. Padahal kami hanya mau dia ditangani dulu, walaupun hanya di UGD untuk sementara waktu," ujarnya.

Penjelasan rumah sakit

Menanggapi hal ini, Kasubag Humas dan Pemasaran RSUD Daya Muhammad Ansar mengatakan bahwa bayi A yang meninggal dunia di tengah perjalanan bukan karena pihaknya menolak merawat anak tersebut. 

Menurutnya, saat pemeriksaan awal yang dilakukan dokter di ruang IGD, bayi A masih dalam kondisi sadar dan baik meski anamnesis keluarga korban menyatakan bahwa bayi A demam dan buang air besar tiga kali sehari. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga IGD dengan diagnosa bahwa pasien tersebut febris proevaluasi, kondisi pasien sadar dan baik," ungkap Ansar kepada Kompas.com, Selasa.

Ansar menjelaskan, pihaknya memang mengarahkan agar keluarga membawa A ke rumah sakit lain dikarenakan ruang IGD di RSUD Daya sedang penuh.

Alasan ini juga disampaikan pihak rumah sakit karena beranggapan bahwa bayi A masih dalam keadaan baik dan sadar. 

"Jadi tidak benar kalau pasien ditolak karena sudah dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter jaga IGD sebelum diarahkan ke rumah sakit lain," ujarnya. 

Baca juga: Kronologi Pemalak Tewas Ditembak Sopir Truk yang Ternyata Polisi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Regional
Gunung Sinabung Kembali Meletus dengan Tinggi Kolom Abu 5 Km

Gunung Sinabung Kembali Meletus dengan Tinggi Kolom Abu 5 Km

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X